PKP

Koki yang Muak dengan Janji Para Caleg Berhasil Rebut Satu Kursi di DPRD Batam
Oleh : Nando Sirait
Jumat | 31-05-2019 | 13:04 WIB
Tan-a-tie.jpg honda-batam
Tan A Tie alias Alex. (Ist)

BATAMTODAY.COM, Batam - Tan A Tie atau yang kerap dipanggil Alex, pria asal Tanjungbatu, Kabupaten Karimun yang sehari-hari berprofesi sebagai koki di Restaurant Sky Taste Vegetarian Cruisine, Baloi, menjadi satu-satunya calon legislatif dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), yang berhasil menjadi wajah baru di DPRD Kota Batam.

Maju dari Daerah Pemilihan (Dapil) I, meliputi Kecamatan Lubukbaja, Batam Kota, Alex mengaku mengetahui hasil pleno penghitungan suara di tingkat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam, dari rekan-rekannya yang berasal dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Selain itu, dia juga menjelaskan adapun kemenangannya dalam Pemilu kemarin, merupakan suatu berkah untuk dirinya. "Puji Tuhan, saya dapat memenangkan Pemilu kemarin, sebenarnya sih saya biasa saja. Karena saya sendiri juga tidak menargetkan untuk bisa menang dalam Pemilu. Pada saat dikabari kemarin, saya sendiri awalnya masih tidak percaya dan tidak menyangka hal itu," ujarnya, saat ditemui di tempat kerjanya, Jumat (31/05/2019).

Alex juga mengucapkan rasa terima kasihnya kepada PSI selaku partai pengusung, dan sebagai pengawal dalam penghitungan suara yang telah berlangsung kemarin. Walaupun dia mengaku pada mendaftarkan diri ke partai tersebut, Alex sempat dilanda keraguan apakah secara pribadi dia mampu bersaing dengan caleg dari partai lainnya yang telah memiliki nama.

Bahkan keraguannya tersebut, sempat membuat dirinya hampir gagal saat akan mendaftarkan nama calon dari partai ke KPU Kota Batam. "Saya ingat sekali kemarin, baru menandatangani dan isi formulir dari partai di last minute. Namun semua prosesnya bisa dilalui, berkat kerja sama dari teman-teman di PSI. Saya berterimakasih banyak kepada teman-teman tersebut," lanjutnya.

Tidak hanya itu, Alex juga menceritakan pengalamannya saat memasukki masa kampanye. Berbeda dengan para Caleg yang notabene merupakan incumbent, dan datang dari partai-partai besar. Di mana sebagai pekerja, Alex tidak pernah sekalipun melakukan kampanye dengan mengundang masyarakat, maupun komunitas dengan membawa nama partainya.

"Saya ini kan pekerja mas, mana sempat waktu saya untuk seperti itu. Untuk modal kampanye saja, saya hanya mencetak 20 flyer dan cetak 3 kotak kartu nama. Itupun kartu nama akhirnya tidak terpakai, dan masih tersimpan rapi di rumah," ujarnya sambil tertawa mengingat masa kampanye yang lalu.

Tidak hanya itu, pengalaman menggelitik lainnya adalah bahwa warga di kawasan tempat tinggalnya, diakuinya tidak mengetahui bahwa dirinya ikut dalam Pemilu serentak kemarin. Adapun warga yang mengetahui hal itu, hanyalah Ketua RT.

"Sampai saat ini, tidak ada warga di tempat saya yang tahu saya ikut, bahkan sampai saya menang. Cuma Pak RT yang tahu, itupun karena saya minta surat keterangan domisili untuk kepentingan dokumen pendaftaran," tuturnya.

Kembali mengingat awal masuk ke PSI, Alex mengaku mengetahui seluk beluk partai tersebut, dari teman tongkrongannya. Di mana niatnya untuk terjun dan bergabung dengan PSI, juga didorong oleh Ketua DPC PSI Batam Kota.

Sebagai pria yang telah menggeluti profesi koki selama 5 tahun belakangan ini, Alex bahkan mengakui bahwa dari tahap awal mendaftar ke partai tersebut, dia tidak pernah diminta uang mahar atau apapun.

Tidak seperti apabila dia mendaftar ke partai lainnya. Adapun modal yang dikeluarkan pribadi, adalah modal guna mencetak flyer dan kartu nama sebagai alat peraga kampanye miliknya.

"Awalnya tahu PSI itu dari teman, mereka menjelaskan bahwa dalam Pemilu kemarin ada partai baru yang murni dan tidak akan meminta apapun, asalkan para Calegnya mau bekerjanyata," paparnya.

Sementara itu, saat ditanyakan alasannya ikut terjun dalam dunia politik, Alex mengaku bahwa hal ini didasari oleh alasan yang sederhana. Di mana pria yang bertempat tinggal di kawasan Kampung Nelayan, Tanjung Uma ini, mengaku kesal dengan para Caleg yang selalu memberikan janji palsu, pada saat Pemilu berlangsung.

Hal ini sendiri diungkapkannya sangat dirasakannya secara pribadi, di mana para politisi yang mencalonkan diri dari Dapil 1. Selalu menjanjikan perbaikan jalan, namun hingga saat ini hal itu tidak kunjung terealisasi.

"Jalan itu sudah rusak sekali mas, apalagi di sana itu ada sekolah. Kami sebagai warga kerap mengeluhkan hal itu, apabila ada Caleg yang kampanye. Bahkan sering kami keluhkan itu ke RT dan RW. Tetapi hal itu janji tinggal janji saja untuk para Caleg itu, begitu mereka duduk mereka lupa," tegasnya.

Sebagai salah satu pemenang Pemilu, Alex mengaku tidak berani untuk menjanjikan apapun. Di mana sesuai arahan dari partai, bahwa selaku politisi muda Alex diminta untuk menunjukkan bahwa anggota DPRD dari PSI bukan hanya akan berjanji bekerja namun tanpa realisasi.

Bahkan untuk tahap awal, Alex mengaku perbaikan jalan di kawasan perumahannya akan menjadi target jangka pendek setelah pelantikan nantinya. "Intinya tahap awal saya mau memberikan kontribusi ke warga perumahan saya dulu. Kemudian menjalankan amanat partai, dimana selain harus rajin bekerja, partai juga minta kami harus berperan serta mengkampanyekan anti korupsi," ungkapnya.

Editor: Gokli