PKP

Warga Tiban Koperasi Nyaris Jemput Sendiri Logistik Pemilu ke Kantor KPU Batam
Oleh : Nando Sirait
Rabu | 17-04-2019 | 11:29 WIB
pemilu-tiban.jpg honda-batam
Keterlambatan logistik membuat petugas di TPS kawasan Tiban Permain kewalahan. (Nand0

BATAMTODAY.COM, Batam - Keterlambatan logistik Pemilihan Umum (Pemilu) terjadi di beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS) kawasan Tiban Koperasi, Kecamatan Tiban, Kota Batam. Pantauan di lokasi, ada sekitar dua TPS, yakni TPS 09 dan TPS 10 yang baru saja menerima seluruh logistik Pemilu sekitar pukul 10.00 WIB, Rabu (17/4/2019) pagi.

Sementara itu, warga di kedua TPS tersebut terlihat sudah mulai berdatangan dan terpaksa menunggu sejak pukul 07.00 WIB. Akibat keterlambatan logistik tersebut, para petugas TPS terlihat masih disibukkan dengan menghitung jumlah kertas suara, dan melipat kotak, serta bilik suara untuk digunakan warga dalam menjalankan hak pilihnya.

Salah satu warga Perumahan Tiban Koperasi, Saugi menjelaskan, untuk logistik baru saja diantarkan pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam, sekitar pukul 09.50 WIB. Bahkan warga sempat akan bertindak sendiri, dan bermaksud menjemput logistik Pemilu ke KPU Kota Batam.

"Tadi kalau ini telat lima menit lagi, kami sudah berinisiatif mau jemput sendiri logistik ke KPU. Masa warga sudah datang dari pagi, disuruh menunggu terus oleh petugas TPS," ujarnya.

Ketua RT sekaligus Ketua KPPS untuk Blok P Perumahan Tiban Koperasi, Rizal menjelaskan, hingga saat ini pihaknya belum menerima keterangan dari pihak KPU Kota Batam, mengenai keterlambatan logistik. Sehari sebelumnya, pihak KPU hanya memberitahukan logistik dijadwalkan akan tiba paling lambat pukul 02.00 WIB, Rabu dini hari.

"Sampai sekarang juga belum ada penjelasan, makanya kami bingung untuk menjelaskannya ke warga. Pemberitahuan semalam akan tiba sekitar pukul 02.00 WIB, namun kami menunggu hingga subuh tadi ternyata belum ada logistik yang sampai kemari," paparnya.

Rizal menambahkan, untuk total jumlah pemilih di TPS 09 sendiri berjumlah 273 pemilih. Dimana hingga logistik tiba di lokasi, sebagai Ketua RT ia hanya meminta warga dapat bersabar hingga logistik tiba di lokasi.

Namun, guna memastikan seluruh warganya menjalankan hak suaranya, Rizal mengaku sudah meminta pihak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Batam, memberikan keringanan waktu dikarenakan molornya waktu pelaksanaan pencoblosan.

"Sesuai aturan seharusnya pencoblosan ditutup jam 13.00 WIB. Tapi saya sudah meminta Bawaslu memberikan keringanan, karena ini pasti molor karena keterlambatan logistik," tuturnya.

Editor: Chandra