PKP

Pencaker, Waspadalah!

Lapangan Pekerjaan Minim, Calo Berburu 'Mangsa'
Oleh : Hendra
Senin | 08-04-2019 | 09:52 WIB
ratusan-pencaker-padari-cc.jpg honda-batam
Ratusan pencari kerja saat memadari Gedung CC Batamindo Industrial Park (BIP) Mukakuning, Batam, Senin (8/4/2019). (Foto: Hendra)

BATAMTODAY.COM, Batam - Minimnya lapangan pekerjaan di Batam, memaksa sejumlah pencari kerja (Pencaker) menghalalkan berbagai cara untuk bisa mendapatkan pekerjaan. Khususnya, mereka yang masih berminat kerja di pabrik.

Di tengah situasi seperti itu, Pencaker perlu mewaspadai keberadaan Calo yang kerap menawarkan bantuan untuk memasukkan kerja dengan imbalan uang. Buktinya, seorang perempuan inisal DS yang telah berhasuil menipu puluhan Pencaker sudah diamankan Polsek Batuaji.

Namun, bukan tidak mungkin masih ada calo-calo lain yang berkeliaran. Pun semua itu terjadi karena calo juga tidak punya pekerjaan tetapi tetap harus melanjutkan hidup.

Yuni, seorang warga Tembesi mengatakan, dia pernah ditawari kerja dengan pola dan sistim yang sama dengan para calo lainnya. "Ya kayak gitu, dia minta uang dulu di awal, dengan alasan untuk memuluskan proses administrasi tahap awal," ujarnya, Senin (08/04/2019) pagi ini.

Beruntungnya Yuni, tidak mudah termakan tipu daya para oknum tersebut, sehingga tidak menjadi korban.

"Ya gimana ya mas, bagi saya mendingan dapat kerja murni sajalah, dari pada harus bayar kayak gitu, rejeki udah yang ngatur kok," lanjutnya.

Lain halnya dengan Yuni, Nita korban calo bodong dengan inisial DS yang ditangkap oleh tim kepolisian Batuaji mengatakan, dia termakan bujuk rayu pelaku karena telah lama mengangur dan merasa mungkin dengan cara lewat calo dia kemudian bisa bekerja di perantauan.

"Saya sudah lama gak kerja, dan ya karena sangat ingin bekerja akhirnya saya terima ajakan pelaku, eh malah ini ditipu," ungkapnya.

Banyak warga mengatakan, sejauh ini pola dan sistemasi para calo itu hampir sama, di mana satu orang menjadi calo dan satu orang lainnya berpura-pura menjadi pekerja yang telah sukses di terima bekerja di perusahaan berkat bantuan calo tersebut.

"Hati-hati sajalah mas, zaman sekarang apapun yang bisa jadi uang mereka lakukan, nipu pun orang-orang berani," tutup Malau, seorang sekuriti di kawasan Industri Mukakuning.

Editor: Gokli