PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Pentingnya Pemahaman Keberagaman dalam Berbagai Aspek Kehidupan Bangsa
Oleh : Nando
Rabu | 27-03-2019 | 14:04 WIB
Sos_4_Pilar_19_1.jpg honda-batam
Senator Muhammad Nabil saat melakukan Sosialisasi Empat Pilar kepada FKTW Sei Pelunggut Kota Batam di Hotel Merlion, Batam

BATAMTODAY.COM, Batam - Senator Muhammad Nabil mengatakan, Bhinneka Tunggal Ika berasal dari bahasa Jawa kuno, berasal dari bhinna dan ika dan tunggal dan ika
yang artinya 'berbeda-beda itu satu itu'.

"Bhinneka Tunggal Ika dijadikan sebagai semboyan untuk menyatukan seluruh aspek yang terkait dengan kehidupan bangsa Indonesia, yang mana diantara pusparagam bangsa Indonesia adalah satu kesatuan dan tentu saja tidak hanya berkait dengan semangat toleransi kehidupan antar umat beragama," kata Nabil saat melakukan Sosialisasi Empat Pilar kepada FKTW Sei Pelunggut Kota Batam di Hotel Merlion, Batam pada 21 Maret 2019 lalu.


Menurut Nabil, Bhinneka Tunggal Ika sangat tepat bagi bangsa Indonesia yang sangat beragam, tentang pentingnya pemahaman keberagaman berbagai aspek kehidupan bangsa Indonesia ini.


"Bung Karno dalam pidatonya antara lain mengingatkan bahwa aspek kehidupan yang menjadi ciri bangsa Indonesia adalah sebagai berikut: kita ini bukan dari satu adat istiadat, ingat, kita ini bukan dari satu agama. Bhinneka Tunggal Ika, berbeda tapi satu, demikian tertulis di lambang negara kita, dan tekanan kataku sekarang ini kuletakkan kepada kata bhinna, yaitu berbeda-beda. Ingat kita ini bhinna, kita ini berbeda-beda," katanya.


Prinsip Indonesia sebagai negara 'Bhinneka Tunggal Ika', lanjutnya, mencerminkan bahwa meskipun bangsa Indonesia dalam realitanya memiliki sifat yang sangat hiterogen, baik dari aspek suku bangsa, etnik, kebudayaan, adat istiadat, bahasa serta agama yang dipeluk oleh masyarakat dan hidup dalam negara yang terdiri dari beribu-ribu pulau, tetapi tetap terintegrasi dalam kemanunggalan, kesatuan.


"Indonesia merupakan Negara Kesatuan yang pada tanggal 28 Oktober 1928 jauh sebelum Indonesia merdeka, pemudanya telah bersumpah menyatakan satu nusa, satu bangsa dan menjunjung satu bahasa persatuan, Indonesia," katanya.

Editor: Surya