PKP

Sebaiknya Anda Tahu, Ini 5 Tanda Montir Lagi Usaha 'Tipu-tipu' Saat Servis Motor
Oleh : Redaksi
Sabtu | 16-03-2019 | 16:52 WIB
bengkel-motor1.jpg honda-batam
Ilustrasi.

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Pernah merasa tekor setelah servis sepeda motor? Bisa jadi Anda kena tipu karena biaya buat perbaikan terlalu besar. Biar tidak sampai seperti itu, ada baiknya pemilik kenali tanda-tanda kalau lagi dikerjai orang bengkel.

Pengalaman merasa tertipu bisa dirasakan siapa saja, terutama pada pemilik yang tidak begitu paham soal motor dan servis. Biasanya, aktivitas bengkel nakal dimulai dari kelakuan montir yang coba cari celah untung lebih.

Dealer terbesar Honda, Wahana, menjelaskan di dalam situs resmi, tanda-tanda montir mulai mengeluarkan jurus tipu-tipu:

1. Tidak Ada Penjelasan Rinci Tentang Keadaan Motor
Saat tiba di bengkel kita pasti mengeluhkan tentang keadaan motor. Mulai dari performa, sampai ada suara menggelitik pada mesin, semua akan dibicarakan.

Analisa soal itu pasti akan disampaikan secara detail dan jelas dari montir. Namun, jika si montir tidak terlalu terbuka akan hal ini, pemilik perlu waspada.

Cobalah aktif bertanya sampai masalah sebenarnya bisa dipahami, dengan begitu bagian yang perlu diperbaiki atau suku cadang perlu diganti bisa diprediksi.

2. Mengatakan Rusak Tidak Seperti Keluhan yang Dirasakan
Hal lumrah jika montir mengecek suku cadang satu per satu saat motor mulai diservis. Pada saat ini biasanya montir nakal membuat pernyataan 'menakut-nakuti' dengan alasan mengembalikan performa sepeda motor.

Kita boleh curiga untuk hal itu, apalagi jika penggantian suku cadang terasa tidak berkaitan dengan keluhan kerusakan motor. Jika ragu kita bisa menolak dan mencari bengkel lain yang lebih terpercaya.

3. Mengecek Suku Cadang yang Tidak Dikeluhkan
Aktivitas ke bengkel bukan hanya dilakukan saat kerusakan besar, bisa saja pemilik cuma ingin mengganti komponen fast moving seperti kampas rem atau bohlam lampu. Namun hati-hati karena montir bisa merayu sampai membuat kondisinya seperti perlu memeriksa bagian lain motor.

Pemilik mesti bijaksana soal hal itu, kadang bagian yang direkomendasikan servis memang betul diperlukan, namun ada juga yang mungkin belum saatnya diservis. Bila langgsung asal ganti, pemilik bisa kebobolan biaya servis yang sebenarnya tidak perlu dilakukan.

4. Ganti Suku Cadang Tanpa Persetujuan
Terkadang ada juga montir yang langsung memasang suku cadang pengganti tanpa persetujuan. Padahal, secara etika, semua jenis pergantian suku cadang, wajib atas persetujuan pemilik motor.

Kalau sudah begini, pemilik bisa komplain atau setidaknya berargumentasi sebelum 'ditodong' bon pembayaran.

5. Rekomendasikan Suku Cadang 'Abal-abal'
Pada beberapa kasus, para montir kerap menawarkan penggantian suku cadang dengan merek tak dikenal. Pada kejadian seperti ini diketahui memang ada montir yang punya tugas khusus buat melakukan itu dengan iming-iming mendapat komisi.

Sumber: CNN Indonesia
Editor: Yudha