PKP

Albert Gultom Bertungkus Lumus Demi Pinang Ratus
Oleh : Saibansah
Rabu | 20-02-2019 | 17:38 WIB
albert-gultom-pinang-ratus.jpg honda-batam
Albert Gultom bersama dengan warga Desa Pinang Ratus Kabupaten Simalungun Sumatera Utara. (Foto: Saibansah)

SEPERTI rajawali, terbang sendiri gagah berani. Hadapi kerasnya belantara hidup, tak membuatnya jadi ranting rapuh. Sebaliknya, sukses merambah jaringan bisnis ke sejumlah kota besar di Indonesia. Hasilnya? Pulang kampung bangun Pinang Ratus di Simalungun. Itulah Albert Gulton. Siapakah rajawali Pinang Ratus itu? Berikut catatan wartawan BATAMTODAY.COM Saibansah.

Desa Pinang Ratus, hanya sekitar 30 menit perjalanan darat dari Kota Siantar Sumatera Utara. Meski begitu, Pinang Ratus tidak masuk dalam wilayah Kotamadya Siantar, tapi Kabupaten Simalungun. Cukup dekat dengan Danau Toba di Parapat, hanya sekitar satu setengah jam naik mobil.

Di Desa Pinang Ratus, terdapat irigasi dengan debit air mengalir deras. Cukup untuk mengairi puluhan hektar sawah dengan kontur tanah berjenjang. Sehingga, saat memasuki Desa Pinang Ratus, memori BATAMTODAY.COM langsung melayang ke hamparan sawah berjenjang di Ubud Pulau Dewata nan indah.

Sayang, saat itu sawah di Pinang Ratus sudah selesai panen dan segera memasuki masa tanam. Sehingga yang tampak hanya batang-batang padi yang sudah mengering. "Bulan depan kami akan mulai tanam," ujar seorang warga Pinang Ratus menjawab BATAMTODAY.COM.

Diantara hamparan sawah itu, tampak sebuah makam khas adat Batak, tidak jauh dari aliran irigasi tadi. "Itu makam bapak saya, meninggal bulan Januari lalu," ujar Albert Gultom menujuk ke arah makam pensiunan polisi itu.

Kalau yang itu, lanjut suami Hernawati Manalu, makam opung (kakek) saya dari pihak ibu. Jadi, bapak dan ibu saya kelahiran Pinang Ratus. Termasuk kakek dan nenek kedua orang tuanya. Praktis, Pinang Ratus adalah bagian hidup tak terpisahkan dari Albert Gulton.

"Sejak muda, saya selalu teringat Pinang Ratus. Bahkan, kalau pas liburan tapi bapak masih dinas, saya balik sendiri ke Pinang Ratus," tutur Direktur PT. Prince Bona Sukses Tour & Travel itu mengisahkan masa kecilnya.

Meski lahir besar di Kota Padang Sumatera Barat, ikut orang tua yang berdinas di Polda Sumbar, hati Albert Gultom terus terpaut dengan Pinang Ratus. Seolah Pinang Ratus adalah bagian dari hidupnya yang tak terpisahkan. Sepanjang perjalanan menuju Pinang Ratus, Direktur Utama PT. Malish Anak Indonesia, sebagai pemegang merek Malish wilayah Indonesia itu, mengisahkan perjalanan hidupnya.

Lalu, sampailah kami di jalan sekitar row dua meter. Jalan itulah yang menjadi akses utama empat desa di sana. Selain Desa Pinang Ratus ada tiga desa lain yang warganya sangat bergantung dengan akses jalan itu. Beberapa ruas jalan tampak ada bekas-bekas semen yang terkesan tambal-sulam. "Ini semenisasi swadaya masyarakat," ungkap Albert Gultom.

Jalan sepanjang hampir sepuluh kilometer itu tidak mulus lagi. Beberapa bagian aspalnya terkelupas, bahkan sebagian lagi sudah menjelma jadi kubangan. Kami harus berhati-hati, melewati akses jalan di tengah sawah. Karena mobil yang kami naiki tidak akan bisa bersisipan jika muncul mobil dari arah berlawanan.

"Inilah akses jalan satu-satunya untuk mengangkut hasil tanah warga Pinang Ratus. Kondisinya seperti ini bang," katanya prihatin.

Maka, sebagai anak rantau yang diberi rezeki oleh Tuhan, ayah tiga orang anak itu ingin berbuat sesuatu untuk kampung halamannya. Ya, harus ada yang dirasakan oleh warga Pinang Ratus, setelah dirinya bertungkus lumus mengais rezeki di tanah rantau. Pernah menjadi tukang parkir di bilangan Manggala Wanabakti Slipi Jakarta, buruh pabrik pipa paralon dan salesman produk panci. Kini, pria berusia 48 tahun itu telah menjadi pengusaha dengan jaringan bisnis di sejumlah kota besar di Indonesia.

"Saya ingin membangun jalan Pinang Ratus, membangun budaya dan jalan pikiran saudara-saudara saya di Pinang Ratus," kata sang Rajawali Pinang Ratus itu lagi. Sendiri? Tidak. Dia akan ajak para sahabat-sabatnya, termasuk para sahabat dari Mitra Tapanuli di Batam.

Agar Pinang Ratus menjadi desa nang indah, dengan sawah hijau luas berjenjang membentang, dan barisan pohon pinang berjejer rapi di sepanjang jalan akses masuk desa Pinang Ratus. Sehingga, Pinang Ratus akan dikenal di dunia, tidak hanya di Indonesia.

Untuk itulah, maka November 2019 mendatang, alumni UPN Veteran Jakarta itu akan berkeliling ke sejumlah kota di Amerika Serikat. Apalagi, kalau bukan untuk juga mengenalkan Pinang Ratus di kancah dunia. Agar Pinang Ratus dapat menjelma jadi desa wisata kelas dunia. Semoga!

Editor: Dardani