PKP

Bupati Bintan Diminta Beri Perhatian Lebih Bagi Tenaga Kerja Lokal
Oleh : Harjo
Senin | 14-01-2019 | 12:52 WIB
sbsi-bintan1.jpg honda-batam
Pengurus SBSI Bintan saat melakukan pertemuan terkait kondisi pekerja sejumlah perusahaan. (Foto: Harjo)

BATAMTODAY.COM, Bintan - Bupati Bintan Apri Sujadi diminta memberikan perhatian lebih terhadap permasalahan ketenagakerjaan, terutama menyangkut pencari kerja lokal.

"Kita melihat peluang kerja terutama tenaga kerja lokal semakin sempit. Belum lagi soal pola penggajian yang dikeluhkan pekerja. Itu tidak hanya terjadi perusahaan swasta, namun hingga di instansi pemerintahan serta di lingkungan perusahaan BUMN," ungkap Timbul Sianturi, Penasehat Federasi Konstruksi Umum dan Informal (FKUI) SBSI Bintan kepada BATAMTODAY.COM di Tanjunguban, Senin (14/1/2019).

Menurutnya, masalah penggajian jelas berdampak pada kesejahteraan, sehingga harus menjadi perhatian serius pemerintah. Belum lagi minimnya peluang kerja warga lokal yang makin lama makin terasa dampaknya.

"Jangan sampai ada pekerjaan, justru tenaga kerja lokal jadi penonton. Yang mengisi pekerjaan justru dari luar daerah," katanya.

Ia mengungkapkan, masalah penggajian juga terjadi di lingkungan pemerintahan, bukan rahasia umum lagi kalau gaji tenaga honorer gajinya jauh di bawah standar upah minimum kabupaten. Padahal yang memutuskan besarnya standar upah adalah pemerintah, namun di lingkungan sendiri justru terabaikan.

"Instansi terkait, setidaknya harus turun ke lapangan melakukan kroscek pekerja baik yang ada di perusahaan swasta atau di lingkungan BUMN. Terutana perusahaan menggunakan pola outsourching," tambah ketua FKUI SBSI Bintan, Herlan Hariadi.

Herlan dengan panggilan akrab Eeng, menyampaikan berbagai masukan dari perusahaan swasta hingga pekerja di lingkungan BUMN di Bintan, masih banyak masalah dan hal ini harus dicarikan solusinya. Mulai penyiapan sumber daya manusianya, hingga masalah kesejahteraan.

"Silahkan instansi terkait turun ke lapangan namun jangan hanya berpatokan pada kawasan industri di Lobam atau kawasan pariwisata Lagoi. Mengingat yang masih banyak yang bermasalah justru di luar kawasan tersebut. Apa lagi selama ini, kesannya semua patokan masalah tenaga kerja hanya melihat dari dua kawasan tersebut, padahal masih banyak perusahaan lainnya di luar kawasan tersebut," imbuhnya.

Editor: Yudha