PKP

Ngaku Dibegal, Ternyata Rusdi Bocah Kelas II SMPN 22 Batam Alami Laka Tunggal
Oleh : Hendra
Minggu | 13-01-2019 | 13:04 WIB
begal3.jpg honda-batam
Ilustrasi

BATAMTODAY.COM, Batam - Klaim pembegalan yang sebelumnya diceritakan Muhammad Rusdi, bocah kelas II SMPN 22 Batam kepada orangtua beserta Komisi Perlindungan Anak dan Perempuan (KPAD) Batam, akhirnya menemui titik terang dari beberapa kejangalan yang sebelumnya dia ceritakan.

Meski pada laporan sebelumnya dia menyampaikan laporan palsu ke Polsek Sagulung bahwa telah menjadi korban pembegalan pada Minggu (16/12/2018) lalu. Namun akhirnya, remaja 14 tahun itu mengakui kembali pada kepolisian bahwa ia telah menjadi korban kecelakaan tunggal (Laka Tunggal)

Kebohongan Rusdi terungkap dari penyidikan Sat Reskrim Polsek Sagulung. Penyidik yang menerima laporan pembegalan itu pada Selasa (08/01/2019) kemarin, langsung melakukan serangkaian penyidikan dengan mencari saksi-saksi kunci kejadian tersebut.

"Kita mencari anggota Ditpam yang membawa korban ke rumah sakit," kata Kapolsek Sagulung, AKP Dwihatmoko saat dikonfirmasi. Jumat (11/01/2019) malam.

Kepada kepolisian, anggota Ditpam menyebutkan Rusdi mengalami kecelakaan di jalan Trans Barelang, tepatnya sebelum jembatan I Barelang.

Saat ditemukan, Rusdi langsung dibawa dengan mobil pick-up ke Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah (RSUD-EF). "Jadi tidak benar jika dia (korban) dibegal. Dia mengalami laka tunggal," ujarnya.

Tidak hanya itu, polisi juga menyelidiki lebih lanjut perihal rusaknya kendaraan roda dua milik korban. Sepeda motor Yamaha Mio bernomor polisi BP 2867 F warna biru miliknya itu juga mengalami rusak parah dibagian depan. Bahkan shock sepeda motornya juga bengkok.

"Dia mengaku jika sepeda motornya dirusak oleh pelaku pembegalan," ujarnya lagi.

Setelah mendapatkan cukup bukti terkait kejanggalan-kejanggalan laporan pembegalan tersebut, Rusdi kembali dipanggil penyidik untuk diperiksa.

Dihadapan penyidik, Rusdi akhirnya mengakui kebohongannya. "Saya takut sama orang tua. Makanya saya berbohong," kata Rusdi saat ditemui di Polsek Sagulung.

Rusdi mengaku, ia mengalami kecelakaan, meski tak begitu ingat persihls bagaimana kejadiannya.

"Waktu itu saya sendirian dari rumah mau ke sekolah. Sekolah saya di jembatan IV Barelang. Saya mau latihan drumben. Di jalan saya kecelakaan. Gak ingat bagaimana kecelakaannya," jelasnya mencoba mengenang kembali.

Akibat kecelakaan tersebut, Rusdi harus mendapat perawatan intensif di rumah sakit ia juga harus dioperasi karena adanya pembekuan darah di kepala bagian kanannya.

"Saya cuma takut orang tua marah waktu itu. Makanya berbohong. Saya menyesal," ucap remaja asal Perum. Green Laguna tersebut.

Sebelumnya diberitakan BATAMTODAY.COM, bahwa Rusdi membuat laporan (palsu) ke Polsek Sagulung bahwa dia mengalami pembegalan di Komplek Aviari Garden, Sagulung. Dia dihadang di jalan oleh dua orang preman. Kepalanya dipukul dengan kayu, sepeda motornya di rusak dan, hapenya diambil.

Editor: Surya