PKP

Pemilih Batam Bertambah 46.811 Orang

DPT Perbaikan Kedua Provinsi Kepri 1.251.129 Pemilih
Oleh : Ismail
Rabu | 14-11-2018 | 14:16 WIB
rapat-pleno-kpu1.jpg honda-batam
Rapat pleno terbuka DPTHP-2 KPU Kepri. (Foto: Ismail)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Setelah melalui proses kedua kalinya, akhirnya Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan Kedua (DPTHP-2) Pemilu tahun 2019 Provinsi Kepulauan Riau ditetapkan sebanyak 1.251.129. Terdiri dari 630.856 pemilih laki-laki dan 620.273 perempuan.

Komisioner KPU Kepri, Priyo Handoko mengatakan, dari hasil rekapitulasi DPTHP-2 ini menunjukkan adanya perubahan angka jumlah pemilih di Kepri. Dimana, adanya penambahan sebanyak 75.137 pemilih dan 52 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di seluruh Kabupaten/Kota dari DPTHP-1.

"Menunjukkan penambahan pemilih sebanyak 75.137 dibandingkan daftar perbaikan yang pertama kemarin," ujarnya usai kegkatan pleno rekapitulasi data DPTHP-2 Pemilu tahun 2019 Provinsi Kepri di Hotek Aston, Rabu (14/11/2018).

Dari tujuh Kabupaten/Kota yang mengalami penambahan pemilih, Kota Batam menjadi daerah yang paling banyak perubahannya. Yakni, penambahan sebanyak 46.811 pemilih dan 40 TPS baru.

Dengan adanya penambahan tersebut, maka jumlah DPTHP-2 Kota Batam berjumlah 676.479 orang. Terdiri dari, 340.044 pemilih laki-laki dan 336.435 perempuan dengan jumlah TPS sebanyak 2.963.

"Yang dominan memang Kota Batam. Sementara Kabupaten/Kota lainnya mengalami perubahan yang tidak terlalu signifikan," kata Priyo.

Ketua Divisi Perencanaan dan Data KPU Kepri ini juga menjelaskan, latar belakang dilakukanya perbaikan atas DPT Provinsi Kepri sebayak dua kali ini dikarenakan masih adanya permasalahan data ganda dan anomali di sejumlah daerah.

Selain itu, sebagai langkah untuk mengoptimalkan partisipasi pemilih pada Pemilu 2019 mendatang. Dengan tujuan agar warga yang belum datanya belum masuk dalam DPT dapat dilakukam perbaikan, sebingga dapat menggunakan hak pilihnya.

Priyo juga menambahkan, hasil rekapitulasi DPTHP-2 akan dibawa ke KPU Pusat untuk diplenokan secara nasional. Jika, masih terdapat permasalahan maka pihaknya akan melakukan perbaikan kembali.

"Karena permasalahan data ganda ini kita menyamakan inputnya dengan KPU Pusat. Lalu, dari situ barulah kita lakukan perbaikan," tukasnya.

Editor: Yudha