PKP

Tingkat Pengangguran di Kepri Tinggi, DPRD Minta Gubernur Tanggung Jawab
Oleh : Ismail
Rabu | 07-11-2018 | 19:28 WIB
h-z-kepri.jpg honda-batam
Wakil DPRD Kepri, Husnizar Hood. (Dok Batamtoday.com)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Seiring dengan masih tingginya tingkat pengangguran di Provinsi Kepulauan Riau menimbulkan reaksi dari sejumlah pihak. Wakil DPRD Kepri Husnizar Hood mengkritisi kinerja Gubernur Kepri Nurdin Basirun dan jajarannya terkait masih banyaknya angka tingkat pengangguran terbuka tahun 2018 yang mencapai 69.073 orang.

Menurutnya, melihat kondisi tersebut Gubernur selaku pimpinan daerah harus bertanggungjawab untuk mengatasi permasalahan ini. Di mana, dengan masih tinggi angka pengangguran di suatu daerah menunjukkan bahwa masyarakat setempat masih belum sejahtera.

"Kita tau data angka pengangguran di Provinsi Kepri tahun ini, merupakan yang tertinggi di Sumatera dan nomor 4 di Indonesia. Artinya ada semacam ketidak mampuan Kepala Daerah dalam menciptakan lapangan kerja bagi masyarakatnya," ujarnya, Rabu (7/11/2018).

Untuk itu, dirinya berharap, agar Gubernur lebih konsen mengatasi permasalahan tersebut. Dengan berupaya menarik investasi masuk ke Provider Kepri, sehingga berdampak pada terbukanya peluang kerja bagi masyakat.

"Kita tau selama ini Gubernur berjanji akan mendatangkan investor yang akan berinvestasi di Kepri. Namun, sampai sekarang masih jauh dari harapan," katanya.

Ia juga meminta, agar Gubernur jangan hanya sibuk dengan acara sosialisasi dan acara seremoni saja. Tetapi, harus bisa mendongkrak investor masuk dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Terutama, lapangan kerja bagi kalangan tingkat pendidikan SMA/sederajat, yang angka penganggurannya tertinggi. Apalagi, lanjutnya, melihat fenomena membludaknya masyarakat mendaftar yang ini menjadi sebagai PNS.

"Ini sebetulnya pembuktian, bahwa investasi yang masuk ke kita berkurang dan berimbas pada perekonomian kita jadi lemah," ujarnya.

Selain itu, Husnizar juga menambahkan, Pemprov Kepri harus kreatif untuk menciptakan tenaga-tenaga terampil, terutama bagi lulusan SMA sederajat ini yang banyak menanggur ini.

Salah satu jalannya yakni dengan menghidupkan lagi Balai Latihan Kerja (BLK) yang ada, dan juga cabang-cabang ekonomi kreatif harus digerakan. Dalam hal ini, Disnaker Kepri yang bertangungjawab harus bisa memberikan terobosan dalam hal ini.

"Itu tugas Disnaker Kepri untuk menghidupkan BLK agar anak-anak memiliki keahlian sehingga bisa berdikari dan bahkan bisa mandiri. BLK bisa membuka pelatihan pengelasan, perbengkelan dan lainnya yang sifatnya keterampilan. Saya yakin, bila ini berhasil maka angka pengangguran akan berkurang jauh," katanya.

Editor: Gokli