PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Infrastruktur Merupakan Lokomotif Pertumbuhan dan Pemerataan Ekonomi
Oleh : Roni Ginting
Selasa | 28-08-2018 | 12:28 WIB
djasarmen-bengkong1.jpg honda-batam
Anggota MPR/DPD RI daerah pemilihan Provinsi Kepri, Djasarmen Purba rapat dengar pendapat dengan masyarakat Tanjungbuntung, Bengkong. (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Batam - Anggota MPR/DPD RI asal Provinsi Kepuluan Riau, Djasarmen Purba, kembali menyelenggarakan kegiatan rapat dengar pendapat di daerah pemilihan Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu (25/8/2018) lalu.

Acara yang bertempat di Fasum RW 06 Kelurahan Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong, Kota Batam, dihadiri perangkat lurah, LPM, PKK, RW/RT, tokoh masyarakat, tokoh agama dan masyarakat luas.

Kegiatan dengar pendapat ini sendiri mengambil topik utama perihal arah kebijakan pembangunan terhadap pertumbuhan dan pemerataan pembangunan. Kegiatan ini dimaksudkan agar diperoleh aspirasi, masukan dan koreksi yang berkaitan dengan pertumbuhan dan pemerataan hasil hasil pembangunan melallui pembangunan dalam bidang infrastruktur yang tengah digalakkan oleh pemerintah saat ini.

Djasarmen Purba menegaskan dan menghimbau kepada seluruh tokoh dan komponen masyarakat di wilayah Kelurahan Tanjung Buntung tentunya, agar tidak perlu ragu terhadap pembangunan infrastruktur yang tengah digenjot pemerintah saat ini.

"Orang bilang infrastruktur tidak ada urusan dengan kemiskinan. Dan seolah-olah pembangunan infrastruktur meminggirkan kelompok ekonomi lemah dan penduduk miskin. Ini adalah pemahaman yang dibuat-buat dan keliru besar," ungkap Djasarmen.

Infrastruktur, kata Djasarmen, merupakan lokomotif dan kerangka dasar bagi pertumbuhan dan pemerataan ekonomi nasional. Yakni pada saat pembangunan infrastruktur selesai, akan ada dampak positif, khususnya mengurangi kemiskinan.

"Justru pembangunan infrastruktur akan menjadi lokomotif dan kerangka dasar bagi bertumbuhnya ekonomi dan bagaimana nantinya keterisoliran, trasportasi yang berbiaya tinggi hingga distribusi yang mandek, bisa diatasi hingga ke pedesaan," imbuhnya.

Di akhir pemaparan Djasarmen mengakui bahwa dampak dari hasil pembangunan dalam bidang infrastruktur tidak dapat bersifat instan. Hal ini mengingat sentra-sentra ekonomi masih perlu mengikuti untuk dibangun dan bertumbuh setelah infrastruktur rampung.

"Hal lain yang menjadi catatan adalah bahwa pembangunan infrastruktur membutuhkan anggaran yang sangat besar, namun dampaknya akan sistemik, luar biasa dan berjangka panjang," tutupnya.

Editor: Yudha