PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Pemuka Agama dapat Berperan Ajak Umatnya Salurkan Aspirasi dan Hak Politiknya di Pilpres 2019
Oleh : Nando Sirait
Sabtu | 25-08-2018 | 09:04 WIB
senathar1.jpg honda-batam
Senator Haripinto Tanuwidjaja saat memberikan Sosialisasi Empat Pilar kepada Ikatan Pendeta Menetap Batam (IPMB)

BATAMTODAY.COM, Batam - Senator Haripinto Tanuwidjaja mengatakan, pemuka agama dapat berperan untuk mengajak umatnya agar menyalurkan aspirasi dan hak politiknya di Pilpres 2019 sesuai dengan pilihan politiknya masing-masing, serta tidak golput.

Saat ini ada dua pasangan yakni pasangan Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin yang didukung PDIP, Partai Golkar, PKB, Partai Nasdem, PPP, Partai Hanura, PKPI, PSI, Perindo. Lalu, pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang didukung Partai Gerindra, PKS, PAN dan Demokrat.

"Pemuka agama dapat berperan dengan mengajak umatnya agar menyalurkan aspirasi dan hak politiknya. Namun, pemuka agama tetap mesti menjaga netralitasnya dan tidak terbawa oleh kepentingan politik praktis," kata Haripinto saat memberikan Sosialisasi Empat Pilar kepada Ikatan Pendeta Menetap Batam (IPMB) di Ballrom Holten Golden View, pertengahan bulan lalu.

Menurutnya, tokoh agama juga dapat berperan dalam menjaga kerukunan di masyarakat dengam tidak menyebarkan isu SARA yang menyebabkan situasi dan kondisi bisa memanas jelang Pilpres 2019 seperti dalam Pilkada DKI Jakarta beberapa waktu lalu.

"Jadi Tokoh agama juga diharapkan dapat menjaga harmoni dan kerukunan di masyarakat. Isu agama rawan dijadikan isu politik sehingga tokoh agama harus mampu meredam isu-isu yang bisa membawa dampak buruk bagi situasi kondusif yang ada di masyarakat," kata Senator asal Kepulauan Riau ini.

Kerukunan dan keharmonisan antar umat beragama, lanjut Haripinto, harus menjadi agenda bersama. Pemerintah tentu juga diharapkan dapat bertindak tegas terhadap tindakan dan aksi-aksi berbau SARA yang dapat merusak sendi-sendi demokrasi.

"Kerukunan umat beragama ini sangat penting dan harus terus dijaga agar pembangunan dapat dilaksanakan secara maksimal. Pertemuan rutin yang dilakukan tokoh lintas agama dapat memupuk kebersamaan dan mempertahankan kerukunan umat beragama," katanya.

Haripinto menambahkan, pertumbuhan Gereja harus ikut menjadi penentu arah dalam kebijakan pembangunan nasional pada masa kini,. Sebab, Gereja tidak bisa terlepas dari negara.

Gereja juga harus bertranformasi pada wujud yang lebih riil sesuai apa yang dikehendaki oleh Alkitab dan keterkaitannya dengan negara.

"Kita tidak boleh hanya mengejar pembangunan fisik tetapi meninggalkan pembangunan manusianya," ujar Haripinto.

Anggota Komite II DPD RI ini berpendapat di aspek pembangunan manusia itulah posisi dan peranan penting Gereja. Sehingga dalam konteks pembangunan saat ini, Gereja diharapkan dapat mengambil peranan yang khas dalam usaha membangun mentalitas sehat, memberi motivasi yang tepat, kuat serta mengena, membina sikap dedikasi dan kesungguhan, menyumbangkan etika pembangunan serta memupuk sikap optimistis dan membangun sikap kritis konstruktif.

Editor: Surya