Penggusuran di Tanjunguma, Banyak Warga Tak Sempat Selamatkan Barang Berharga
Oleh : Berton Siregar
Selasa | 17-01-2017 | 18:58 WIB
mengaisdiantarareruntuhan.jpg

Warga korban penggusuran di Tanjunguma mengais di reruntuhan rumah mereka untuk mencari sisa-sisa barang berharga. (Foto: Berton Siregar)

BATAMTODAY.COM, Batam - Penggusuran 47 rumah warga di lokasi PT Wira Nata Tamtama di Tanjunguma Batam, oleh tim terpadu gabungan dari Polri, TNI, Satpol PP, dan Ditpam, Selasa (17/1/2017), usai sudah. Rumah warga pun telah rata dengan tanah.

 

Inang (53), salah seorang warga korban penggusuran mengungkapkan, tak pernah menyadari apalagi bermimpi dirinya akan mengalami nasib seperti ini.

Dituturkan Inang, kepergianya ke Jodoh untuk berjualan siang tadi menyisihkan duka mendalam. Kenapa tidak? Rumah yang sudah ditempatinya dalam kurun 18 tahunan itu serta isi rumahnya harus dibongkar oleh pihak Tim Terpadu dengan cara paksa.

Siang tadi, Selasa (17/1/2017) sekira pukul 11.30, dengan motor bututnya, Inang tergesa gesa melewati kerumunan warga dan aparat yang berada di sekitar lokasi. Tujuannya, ingin segera tiba di rumahnya. Mengingat barang-barang berharga miliknya masih berada di dalam rumah berdinding papan tersebut.

Setiba di rumahnya, dia melihat rumahnya sudah rata, dia pun menangis histeris, dan berlari menuju gundukan bangunan bekas rumahnya. Inang tak percaya apa yang dilihatnya, tapi nyata.

"Kejam kali lah kalian bapak-bapak polisi, pak Satpol PP, barang-barang saya masih di dalam, kok rumahku sudah dihancuri oleh beko ini," teriaknya di depan petugas tim terpadu.

Ya memang benar, anggota Satpol PP ditugaskan untuk membantu warga mengeluarkan barang-barang yang masih berada di dalam rumah.

Dari hasil pantauan BATAMTODAY.COM, di dalam rumah inang yang sudah rata dengan tanah, masih ada beberapa elektronik seperti ac, rice cooker, dispenser dan lain sebagainya hancur dihantam kuku tajam beko.

Puluhan keluarga yang bernasib sama dengan Inang ini, hanya bisa memungut sisa barang-barang milik mereka yang tidak sempat diselamatkan, sambil bercucuran air mata.

Berbagai alat elektronik dan pakaian yang sebelum di ratakan digantung di belakang pintu, dipunguti dari tumpukan batu beton beton, yang bercampur dengan abu abu bangunan.

Menjawab BATAMTODAY.COM, ke mana Inang akan pindah dan tidur di mana malam ini? Wanita itu hanya bisa menangis. Sambil menghela napas panjang, akhirnya dikuatkannya untuk menjawab.

"Saya belum tahu ke mana, dan tidur dimana, doakan saja untuk tidak datang hujan ya mas, barang barang saya nanti basah. Saya hanya ngekos di sini mas, saya hanya tukang gosok baju dan cuci baju orang, kemarin saya baru bayar uang kos per tiga bulan," turunya sambil mengusap air matanya dengan kerudung lusuhnya.

Editor: Dardani