Kala Pembangunan Kota Batam Terganjal Surat Hatanto
Oleh : Hadli
Senin | 16-01-2017 | 08:00 WIB
wakorudiserangbp.jpg

Para jenderal dan Muspida serius menyimak sambuatan Wali Kota Batam, H. Muhammad Rudi. (Foto: Saibansah)

Ekspresi wajah Wali Kota Batam, H. Muhammad Rudi, saat menyampaikan sambutan singkatnya, datar dan nyaris tanpa senyum. Padahal, di depannya, duduk Kapolda Kepri Irjen Sam Budigusdian, Kabinda Kepri, Brigjen Julianus Stevanus, Danrem 033/Wira Pratama Brigjen TNI Fachri, Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Hatanto Reksodipoetro dan para pejabat FKPD Kepri dan Kota Batam. Mengapa ekspresi mantan polisi itu begitu datar? Berikut catatan wartawan BATAMTODAY.COM, Hadli.

PERTEMUAN pagi itu, Kamis, 12 Januari 2017, adalah pertemuan santai sambil ngopi, coffee morning. Ada Gubernur Kepri H. Nurdin Basirun, mengenakan baju pramuka lengkap. Kapolda Kepri Irjen Sam Budigusdian juga hadir lengkap dengan bintang duanya yang masih "hangat" di pundak. Begitu juga dengan Danrem 033/Wira Pratama Brigjen TNI Fachri, berseragam resmi.

Tak hanya para pejabat DKPD Kepri dan Kota Batam itu saja yang berpakaian seragam resmi. Tapi juga para tokoh LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) yang diundang pada coffee morning itu, juga berseragam. Beberapa pemimpin redaksi media yang menjadi undangan, juga memakai "seragam kebesaran" medianya masing-masing.

Coffee morning pagi itu memang merupakan ajang silaturrahmi yang digagas oleh Polda Kepri. Pertemuan begitu cair, apalagi saat Kapolda Kepri Irjen Sam Budigusdian menyampaikan sambutannya. Seperti mendengarkan "stand-up comedy", para hadirin beberapa kali tertawa dan bertepuk tangan.

Meski pesannya tergolong "berat", yaitu mendorong agar tahun 2017 menjadi tahun pembangunan di Batam dan Kepri, tapi disampaikan dengan bahasa ringan dan jenaka. "Saya besar di kedai kopi, jadi mohon maaf kalau bahasa saya tidak terstruktur, bahasa kedai kopi," ujar Kapolda Kepri.

Tapi pesan yang disampaikan sang jenderal itu benar-benar sampai. Buktinya, saat Wali Kota Batam, H. Muhamamd Rudi menjadi pembicara keempat, setelah Kepala BP Batam Hatanto Reksodipoetro, dia langsung "tancap gas".

Memulai dengan paparan rencana pembanbungan Kota Batam di tahun 2017, sampai dengan hambatan yang dihadapinya saat ini. Diantaranya, mengenai pembangunan pelebaran jalan-jalan utama Kota Batam. "Dari Simpang BNI (Sei Panas) masuk ke flayover. Simpang Hotel Amat Tantoso yang diributkan sekarang ini, Itu akan kita lebarin," ujar sang wali kota, tegas.

Masih dengan ekspresinya yang tanpa senyum, pria yang lugas saat berbicara itu melanjutkan, karena tahun 2017 akan saya bangun, akan saya geser ke kiri sesuai dengan ROW jalan yang belum Bapak Hatanto berikan kepada kami, yang belum Pak Hatanto berikan kepada kami.

Baca: BP Batam Janji Bahas Kewenangan Kelola ROW Jalan dengan Walikota Batam

Ada tekanan dari kalimat H. Muhammad Rudi. "ROW jalan yang belum Bapak Hatanto berikan kepada kami, yang belum Pak Hatanto berikan kepada kami," katanya tegas.

Sampai di sini, ekspresi wajah Wali Kota Batam itu, masih datar dan tanpa senyum. Para jenderal dan pejabat yang menyimak pun, tegang. "Maka itu tidak saya bangun, kalau Bapak tidak memberikan, mana batas jalan negara yang bisa kami bangun. Sesuai dengan pesan Pak Kapolda, ini 2017 tahun membangun. Maka kalau boleh Pak Tanto, ROW jalan segera berikan kepada kami. Supaya kami bisa segera membangun, Batam bisa lebih hebat dari sekarang ini."

Membawa, "pesan Pak Kapolda, ini 2017 tahun membangun", Wali Kota Batam rupanya sangat paham, kapan harus "menyerang" dan kapan harus berhenti. Maka, di akhir, sambutannya, mantan polisi itu meminta kepada seluruh masyarakat Batam agar tidak memojokkan BP Batam dan Pemko Batam.

"Kita tidak usah mojokin BP, tak usah mojokin Pemko, niat kami berdua saya kira bagus, bapak. Kita ingin membangun Kota Batam, dilindungi oleh Muspida Provinsi atau Kota Batam. Semua sudah kompak, mudah-mudahan, ini bisa berjalan terus. Dibantu oleh Pak Kajati, Kajari dan Kabin, bisa aman dalam membangun Kota Batam ini," paparnya, tegas.

Lalu, H. Muhammad Rudi pun mengakhiri sambutannya itu dengan memberikan pesan khusus kepada aktivis LSM, agar tidak gampang meng-share info yang belum tentu benar.

"Saya titip, kepada LSM, semua. Kalau boleh, kalau ada satu masalah janganlah langsung di-share di medsos. karena belum tentu betul atau tidak. Kalau bapak share di medsos dan muncul di koran, saya dipanggil Pak Kapolda dan Kejari, tapi permasalahan belum tentu betul," paparnya

Kemudian dilanjutkan dengan kalimat penutup yang kembali membawa pesan Kapolda dan ditutup dengan tiada dusta diantara kita.

"Seperti pesan Pak Kapolda tadi, kita duduk saja, tidak susah ketemu saya, karena saya sudah berkomitmen, siapa saja mau ketemu, asal waktu saya ada saya mau ketemu. Dan 2017 saya sudah open, tentang anggaran, bapak buka sendiri, boleh lihat ke mana arah anggaran. Tidak ada dusta diantara kita lagi bapak ibu sekalian. "

Itulah H. Muhammad Rudi, sang Wali Kota Batam yang gaya bicaranya to the point, langsung 12 pas. Dan "sang kiper" yang menjadi sasaran "tendangan" Rudi itu, duduk menyimak di depannya, Hatanto Reksodipoetro!

Demi Kota Batam!

Editor: Dardani