Beruntung, Warga Batuaji Tak Merasakan Pedasnya Harga Cabai
Oleh : Berton Siregar
Kamis | 12-01-2017 | 10:38 WIB
Cabai-batuaji1.jpg

Warga Batu Aji Tak Merasakan Pedasnya Harga Cabai. (Foto: Berton)

BATAMTODAY.COM, Batam - Melonjaknya harga cabai di Indonesia, khususnya di Jawa yang mencapai harga Rp 170.000 per kilogram, membuat sejumlah masyarakat terpaksa mengurangi takaran cabai sebagai bumbu dalam berbagai masakan mereka.

Gulai, sambal, dll yang menggunakan cabai merah atau cabai rawit sebagai bumbu utama dalam masakan itu disiasati sebagian pedagang rumah makan dengan mencampur tomat dan bahkan ada yang mengurangi porsi cabainya, atau tetap menaikkan harga makanan mereka dengan alasan harga cabai naik.

Namun hal itu belum berlaku di Batuaji, sebab harga cabai hingga berita ini diturunkan masih relatif murah dibanding harga cabai di pasar Sukajadi, Batam Center dan pasar Penuin Nagoya.

"Untuk harga cabai merah kami jual perkilo Rp62 ribu, cabe ijo Rp38 ribu, cabai rawit sama harganya dengan cabai merah Rp62 ribu per kilo. Masih mendingan lah dibanding dengan pasar Sukajadi atau pasar Penuin, mereka jual cabe merah Rp120 ribu per kilo" ujar pedagang cabai boru Ginting di pasar SP Batu Aji, Kamis (12/1/2017).

Namun dia mengakui bahwa dengan kenaikan harga cabai itu, jualannya terasa sepi karena mungkin perekonomian di Batam khususnya Batuaji sedang lesu.

"Walau kita hanya mengalami kenaikan sedikit, jualan sepi juga bang, karena ekonomi masyarakat Batuaji tau lah, rata rata buruh. Sementara perusahaan banyak yang tutup," ujarnya.

Pantauan BATAMTODAY.COM disalah satu warung makanan di Mitra Raya Batam Center, makanan yang biasanya menggunakan cabai rawit potong dicampur dengan kecap asin, hanya menyediakan beberapa potong cabai saja, dengan alasan harga cabai mahal. "Ko cabainya lagi mahal, jadi harap ngerti lah ya," ujar cece itu.

Editor: Yudha