Manuver Si "Anak Pungut" Mendampingi Gubernur Kepri
Oleh : Hadli
Rabu | 30-11-2016 | 18:02 WIB
fauzibahar.jpg

Fauzi Babar saat menghadiri konser Save Presiden RI-NKRI yang diselenggarakan Pospera dan Ormas MKGR Kepri di Joglo Tiban III, Kecamatan Sekupang, Batam. (Foto: Hadli)

 

BATAMTODAY.COM, Batam - Suhu politik perebutan kursi Wakil Gubernur Kepri yang diusulkan partai pengusung kepada Gubernur Kepri Nurdin Basirun semakin hangat. Diantara mereka, ada sosok yang bak pepatah, sungai yang tenang menghanyutkan.

 

Dalam diam perumpamaan itu tergambarkan melalui sosok Fauzi Bahar yang menanggapi pencalonanya yang masuk dalam bursa empat nama kandidat calon Wagub Kepri mendampingi Nurdin Basirun sampai 2019.

Fauzi pun mengistilahkan bahwa ia adalah sosok sebagai "anak pungut" yang berpotensi sebagai pekerja keras. Bukan seperti sosok Rini Fitriyanti, anak almarhum Gubernur Kepri M.Sani yang manja.

"Saya hanya anak pungut yang tahu diri, harus bangun pagi untuk pekerja. Tentu beda dengan anak kandung yang tahu siapa bapaknya," kata Fauzi.

Fauzi menghadiri konser Save Presiden RI Jokowi - Save NKRI yang diselenggarakan Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) dan Ormas MKGR Kepri di Joglo Tiban III, Kecamatan Sekupang pada Selasa (29/11/2016) malam.

Dalam wawancara, sama sekali Fauzi tidak menyebut nama kandidat lain sebagai saingannya, Mustafa Widjaja (mantan Kepala BP Batam) dan Isdianto (Kepala Dinas Pendapatan Daerah) Kepri yang juga adik kandung dari (alm) M Sani.

Rini, menurutnya adalah sosok anak kandungan yang manja pada orang tua. Tahu menempatkan diri sebagai anak dari ayah yang menjabat sebagai orang nomor satu di Pemerintahan Provinsi Kepri dengan hidup serba berkecukupan.

"Sebagai anak pungut kan, saya harus bangun lebih pagi. Selagi yang lain masih tertidur saya sudah bangun bekerja ketika yang lain sudah tertidur saya baru tidur. Beda dengan anak kandung yang bangun siang dan cepat turur," katanya.

Fauzi merasa yakin dapat bekerja sama, sependapat dengan Nurdin Basirun dalam sagala hal kebijakan membangun perekonomian Provinsi Kepri. Hal itu diyakininya saat menjabat sebagai Walikota Padang, Sumatra Barat selama dua periode yang dinainya telah berhasil.

"Selama 10 tahun jadi Walikota Padang jadi saya sudah tau karakter masing-masing. Disaat orang nomor satu marah saya sudah tau jadi saya tidak akan melakukan itu," tuturnya.

Selain pernah menjabat jabatan Walikota Padang, Faizi menuturkan alasan dibalik pencalonannya sebagai wakil gubernur. Adalah sosok istrinya yang merupakan kelahiran Tanjungpinang.

"Istri saya kelahiran Tanjungpinang, jadi setelah 10 tahun jadi Walikota Padang saya kira tidak ada salahnya saya turut membangun kepri," tutur pensiunan dini TNI AL tersebut.

Editor: Dardani