GP Ansor Serukan Larangan Ikut Aksi 2 Desember pada Kadernya
Oleh : Hadli
Selasa | 22-11-2016 | 19:26 WIB
ketua-ansor1.jpg

Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor, Yaqut Cholil Qoumas usai gelar Apel Kursus Banser Pimpinan di Asrama Haji Batam (Foto: Hadli)

BATAMTODAY.COM, Batam - Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor, Yaqut Cholil Qoumas terjun langsung ke Batam, Provinsi Kepri, menyerukan larangan kepada seluruh kadernya dan umat Islam untuk ikut dalam aksi 2 Desember di Jakarta.

"Secara institusional saya selaku Ketua GP Ansor dan panglima tertinggi Banser, melarang anggota ikut aksi pada 2 Desember. Ini tidak jelas agendanya apa," kata Cholil di Asrama Haji Batam, Selasa (22/11/2016).

Cholil menyebutkan, berdasarkan informasi, dalam aksi 2 Desember akan menggelar sajadah sepanjang Bundaran Hotel Indonesia hingga ke Istana Merdeka untuk salat Jumat. Ia menilai, aksi yang dilakukan tidak ada dalam ajaran Islam.

"Yang namanya penistaan itu bukan hanya sekedar omongan. Tetapi orang yang mengatakan dirinya Islam, tetapi kelakuanya tidak mencerminkan tuntunan Islam, itu juga penistaan," kata dia.

Islam, kata dia, juga tidak mengajarkan salat Jumat di jalan umum, apalagi mengganggu kepentingan orang lain. Kecuali lokasi yang akan dijadikan tempat salat telah disepakati bersama.

"Saya mau tanya, di mana Islam mengajarkan salat Jumat di jalan. Tidak ada, jangan-jangan mereka yang melakukan penistaan. Salat Jumat di masjid dong. Boleh salat Jumat tidak di masjid, tapi harus tempat yang disepakati secara bersama," kata dia.

Agenda 2 Desember, kata dia kembali, bukan lagi menuntut Ahok segera dihukum. Akan tetapi agenda tersebut sudah kental berbau politik. Politik kotor yang akan menggulingkan pemerintahan yang sah.

"Jika ada yang mengajak ke Jakarta atas nama Islam harus ditolak. Ini ancaman serius. Semua harus tahu mana kepentingan politik, mana kepentingan NKRI. Yang di Jakarta bukan kepentingan agama, bukan masalah penistaan, tapi gerakan politik yang akan merebut kekuasaan yang sah," tuturnya.

Kasus penistaan agama telah menyeret Ahok ke ranah hukum. Menurutnya lebih baik umat Islam tidak turun pada 2 Desember dan mengawasi proses hukumnya secara terus menerus supaya hukum bisa berjalan secara adil seadil-adilnya.

Ansor, kata Cholil, akan berada di garis terdepan membela NKRI. "Bila ada pihak yang mau menghancurkan bangsa Indonesia, Ansor akan menjaadi benteng utama NKRI," kata dia.

Editor: Udin