Rencana Pembunuhan oleh Siswa SMKN Batam Sudah Profesional
Oleh : Hadli
Rabu | 17-08-2016 | 15:37 WIB
pelaku-pemerkosaan-di-Niongsa.jpg

NA (kiri) dan MDA pelaku utama (kanan) beserta barang bukti yang digelar Polsek Nongsa (Foto: Hadli)

BATAMTODAY.COM, Batam - Kapolsek Nongsa Kompol Dalimunthe mengatakan, rangkaian kejahatan yang dilakukan MDA (16), siswa SMKN di Kabil Batam tidak mencerminkan anak seusianya.

 

Pasalnya, rencana pembunuhan yang dilakukan pada sang pacar, DDCR (16) yang tengah hamil sekitar 3 bulan sudah disiapkan dengan matang bak pembunuh berdarah dingin.

"Rencananya sudah disusun dengan rapi. Bahkan sudah mengerti membuang barang bukti. Sudah seperti pelaku pembunuhan profesional," ujarnya (17/8/2016).

MDA mengaku sering berhubungan badan dengan siswi pesantren di Batubesar tersebut kayaknya suami istri. Pada saat berhubungan badan, ia mengaku membawa pulang pacarnya tersebut ke rumah, Kampung Panglong Batubesar.

"Setiap saya lakukan selalu di rumah. Tidak pernah di luar. Dia saya bawa pulang," kata dia menjabat BATAMTODAY.COM, Selasa (16/8/2016).

Tersangka mengaku diasuh oleh sang nenek. Sementara kedua orang tuanya sudah lama berpisah. Sang ibu satu kali atau dua kali seminggu baru pulang ke rumahnya. Entah pekerjaan apa yang digeluti sang ibu juga tidak diketahuinya. Sementara sang ayah yang diketahui masih berada di Batam tidak tau ke mana rimbanya sejak ia masih kecil.

Hubungannya dengan wanita berambut ikal itu di akuinya sudah berakhir sekitar dua bulan lalu. Namun ia merasakan bila janin berusia sekitar tiga bulan adalah benih hubungannya selama satu bulan pacaran.

"Kami sudah dua bulan putus. Tiba-tiba dia datang mengatakan hamil tiga bulan. Segala cara sudah saya lakukan untuk menggugurkan kandungan. Pakai nanas, ragih, bodrex tidak mempan, sedikit pun tidak ada dua merasakan kesakitan, malah makin sehat," tuturnya polos.

Ia mengatakan tidak putus asa. Pikirannya dari pada dimarahi sang nenek lebih baik ia mengambil jalan singkat. Membunuh sang pacar untuk membungkam kejahatan lepas dari tanggungjawab harus dilakukannya.

Lokasi bekas penambangan pasir ilegal yang terletak berada di belakang Rumah Makan Bahagia 2, Batubesar disurvei. Rencana pembunuhan yang dianggapnya sudah matang beberapa hari sebelum peristiwa Senin (15/8/2016) malam, pun dilakukan.

Pisau dapur, lubang liang lahat untuk menguburkan sang pacar dan anak batu lesung yang dibawa dari rumahnya sudah disimpan di lokasi kejadian yang gelap gulita itu.

"Sudah ada barang bukti percapan yang turut kami sita selain barang bukti yang kami tunjukkan kemarin. Tersangka sudah merencanakan pembunuhan itu," kata Kanit Reskrim Polsek Nongsa Iptu Akmal.

Setelah melakukan pemeriksaan pada korban dan tersangka. Jajaran Polsek Nongsa merasa tidak habis pikir dengan tindakan MDA. Saat ini dia masih anak di bawah umur bagaimana bila sudah dewasa, kemungkinan perbuatannya lebih keji lagi.

Editor: Dardani