FPI Batam Pertanyakan Sikap Aktivis HAM Soal Teror di Polsek Sinak
Oleh : Ahmad Rohmadi
Kamis | 31-12-2015 | 09:20 WIB
IMG_20151226_181359.jpg
Humas FPI Batam, Rusmanto. (Foto: Saibansah)

BATAMTODAY.COM, Batam - Front Pembela Islam (FPI) Batam mempertanyakan sikap para aktivis HAM yang selama ini lantang menyuarakan pembelaan HAM. Terutama, saat menyudutkan umat Islam. 


Kini, saat ada sekelompok orang bersenjata menyerang dan menjarah Polsek Sinak, Kabupaten Puncak, Papua, Minggu, (27/12/2015) malam lalu, di mana pembelaan mereka. Padahal, akibat penyerangan itu, tiga anggota polisian tewas dan beberapa pucuk senjata dirampas kelompok penyerang. 

"Ke mana itu para aktivis HAM, kenapa diam saja. Tapi kalau menyerang umat Islam mereka lantang bersuara," ujar Humas FPI Batam, Rusmanto kepada BATAMTODAY.COM, Kamis (31/12/2015). 

Apalagi, tambahnya, dalam kasus penyerangan yang menewaskan Briptu Ridho, Bripda Arman, dan Bripda Ilham itu juga diikuti dengan penjarahan aset negara, senjata. "Mengapa para pelaku itu tidak disebut teroris, padahal yang mereka lakukan itu adalah teror. Tapi kalau pelakunya umat Islam, mengapa disebut teroris, ini tidak adil," tegas pria berjenggot itu. 

Karena itulah, lanjut Rusmanto, semua pihak harus berhati-hati dalam melihat berbagai kasus. Termasuk, kasus penyerangan kantor polisi di Papua itu. Harus dibebakan, mana teror dan mana kriminalitas biasa. Kalau yang terjadi di Polsek Sinak Papua itu sudah masuk dalam katagori teror. "Maka, pelakunya harus disebut dengan teroris," tegasnya lagi. 

Editor: Dardani