BP Batam Ikut Pameran Aiport and Aviation Indonesia di IIW 2015
Oleh : Roni Ginting/Rilis
Rabu | 04-11-2015 | 16:43 WIB
stand-bp-iiw.jpg
Stand BP Batam di Indonesia Infrastrukture Week'15. (Foto: Humas BP Batam)

BATAMTODAY.COM, Batam - Indonesia Infrastrukture Week'15 (IIW'15) kembali digelar dengan mengusung tema membangun kemitraan dalam rangka mendorong perekonomian dan pertumbuhan sosial di seluruh Indonesia yang berlangsung pada tanggal 4-6 November 2015 di Jakarta Convention Centre.

IIW'15 merupakan rangkaian pameran dan workshop yg dilaksanakan secara berkala setiap tahunnya oleh pemerintah. Meliputi prioritas infrastruktur nasional dengan partisipasi dari pemerintah pusat, BUMN dan 34 Provinsi. Tujuan acara adalah sebagai wadah informasi dalam pengembangan infrastruktur dan mengajak sektor swasta untuk terlibat dalam pmbangunan infrastruktur Indonesia untuk mendorong perekonomian.

Purnomo Andiantono, Direktur Humas dan Promosi BP Batam mengatakan, keikutsertaan tersebut dalam rangka mendukung rencana pembangunan infrastruktur nasional yang tergabung dalam stand pameran Aiport and Aviation Indonesia 2015.

"Acara tersebut sebagai sarana promosi yg tepat bagi pemerintah khususnya BP Batam untuk mensosialisasikan proyek infrastruktur dan informasi bahwa Batam sebagai daerah yang memiliki sarana infrastruktur untuk menunjang investasi pada sektor perdagangan, industri, pariwisata dan alih kapal," terang Andiantono, Rabu (4/11/2015).
 
Ia meyakinkan pameran tersebut efektif untuk memperkenalkan Development Project BP Batam kepada kalangan dunia usaha dan masyarakat umum.

"Kita ingin memperkenalkan pembangunan tollway, train corridor, batuampar port, terutama pengembangan Bandara Internasional Hang Nadim," ujar Andiantono.

Pada pembukaan IIW'15, hadir Wakil Presiden, Jusuf Kalla yang sekaligus secara resmi membuka acara tersebut. Dalam sambutannya ia mengatakan infrastruktur selalu berkembang dari segi kualitas, kapasitas jumlah dan isi. oleh karenannya diperlukan kerjasama yang baik antara pemerintah, swasta dan masyarakat.

Menurutnya infrastruktur adalah bisnis yang selalu berkembang dan tidak pernah terpuaskan namun perlu tindakan yang cepat dalam implementasinya. Dari tahun ke tahun anggaran Kemen PUPR nomor satu di dalam kementerian sebagai bukti dukungan pemerintah.  

"Harapan kita pada pemeran kali ini dapat memberikan gambaran perkembangan teknologi pembangunan baik kepada pengusaha, suplyer/penyedia teknologi, pemerintah daerah maupun masyarakat umumnya," kata Jusuf Kalla.

Senada dengan Jusuf Kalla, Suryo B. Sulisto, Ketua Umum Kadin Indonesia, mengatakan acara tersebut sebagai forum investasi infrastruktur berskala internasional. Mendapat dukungan penuh dari Kementerian PUPR, Kementerian Transportasi, dan Kementerian Komunikasi dan Informasi.

"Ini berkaitan dengan empat paket kebijakan pemerintah, kegiatan ini bukti dari kepedulian pemerintah," katanya.

Ia meyakinkan kepada dunia Internasional bahwa Indonesia benar banar baik dalam membangun dasar perekonomiannya dan konsisten memberikan apa yg dibutuhkan oleh investor. Ia berharap kegiatan tersebut mampu memberikan image positif dan informasi kepada para pelaku bisnis. Fokus priotas pembangunan melalui kegiatan ini adalah maritim, transportasi, irigasi, air bersih, listrik, limbah dan sampah, dan jaringan komunikasi internet.

Dalam kesempatan yang sama, Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informasi, menyebutkan dalam konteks membangun infrastruktur TIK, Kemeninfo konsen pada akses jaringan dengan program 4G, kesediaan broadband, ketersediaan device, menuju aplikasi e-commerce, salah satu contohnya adalah go-jek.

"Perkembangan e-commerce salah satunya ialah go-jek yakni new economy," kata Rudiantara.

Editor: Dodo