BNNP Kepri Ingatkan Bahaya Narkoba ke Pengusaha Jasa Hiburan
Oleh : Hadli
Selasa | 03-11-2015 | 18:29 WIB
sosialisasi-bnn.jpg
Kepala BNNP Kepri Kombes Pol Benny Setiawan Saat memaparkan bahaya peredraan dan penyalahgunaan narkoba kepada jasa hiburan malam di gedung rehabilitasi BNNP Kepri, Batam.

BATAMTODAY.COM, Batam - Pelaku jasa hiburan malam dan pengelola diskotik di Batam mendapat pemahaman mengenai bahaya peredaran dan penyalahgunaan narkoba dari
Badan Narkotika Nasional (BNN) Kepri.

"Kami ingatkan kepada pengusaha jangan sampai ada peredaran narkoba. Kami minta  pengusaha menjalankan bisnisnya sesuai dengan aturan yang berlaku," kata Kepala BNN Kepri, Kombes Pol Benny Setiawan di gedung rehabilitasi BNNP Kepri, Batubesar, Selasa (3/11/2015).

Benny mengatakan, peredaran narkoba di Kepri khususnya Batam saat ini masih tinggi. Dengan demikian, pecandu dan penyalahguna narkotika masih sangat tinggi.

"Kami dari BNN dan Kepolisian tidak bisa mengagasi seluruhnya. Makanya kami sangat membutuhkan peran serta masyarakat termasuk pelaku jasa hiburan," paparnya.

Komitmen dari pengelola jasa hiburan, tambahnya sangat dibutuhkan. Karena, akan bisa mencegah perdaran narkoba dan juga bisa mengurangi tindak kriminal lainnya.

Jasa hiburan malam yang dihadirkan diantaranya karaoke, panti pijat, hotel, diskotik. Rata-rata lokasi tempat hiburan malam ini sudah sering dirazia BNN dan Kepolisian.

Dalam kesempatan itu, hadir Direktur Reserse Narkoba Polda Kepri Kombes Pol Wiyarso, perwakilan Polresta Barelang serta Dinas Pariwisata Kota Batam selaku pengawas lokasi tempat hiburan malam.

Wiyarso menyampaikan dampak dari peredaran gelap narkoba di Kepri akibay maraknya penyeludupan pelabuhan internasional dari Malaysia diberbagai wilayah di Kepri dan melalui jalur pelabuhan tidak resmi.

"Ada banyak modus yang digunakan. Namun semua dari Malaysia. Seperti masuk ke Batam, Tanjungpinang dan saat ini Tanjung Balai Karimun mulai marak," kata dia.

Kepri khususnya Batam tidak hanya sebagai wilayah peredaran narkoba, juga menjadi wilayah transit ke daerah lain di Indinesia melalui jalur laut dan udara.

"Batam juga merupakan lokasi transit narkoba selain sebagai lokasi pemasaran," tuturnya.

Editor: Dodo