Insentif Guru di Kepri akan Dicairkan Secara Bertahap
Oleh : Ahmad Rohmadi
Kamis | 10-09-2015 | 14:23 WIB
bantuan_uang.jpg

BATAMTODAY.COM, Batam - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Robert Iwan Loriaux menyampaikan keterlambatan cairnya dana insetif guru di Kepri karena adanya defisit Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah (APBD).

Namun, ia tegaskan dana insentif guru yang belum cair sampai September ini pasti akan segera disalurkan tetapi ia katakan akan dibagikan secara bertahap.

"Saya kira tidak perlu diributkan. Pada prinsipnya pasti akan disalurkan tapi mungkin secara bertahap," kata Robert di Batam, Kamis (10/9/2015).

Hal itu dilakukan karena harus disesuaikan dengan PAD dan bagi hasil karena dana tersebut menurutnya juga tidak masuk secara sekaligus sehingga harus dihitung dan disesuaikan antara dana masuk dan keluar.

Sedangkan mekanisme dan teknisnya, Robert jelaskan hal itu  akan diatur oleh Dinas Pendidikan di masing-masing Kabupaten dan Kota yang ada di Kepri.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin mengaku pihaknya masih menunggu kebijakan dari Provinsi terkait keterlambatan insentif guru tersebut.

"Jumlahnya saya lupa tapi rata-rata guru di Batam mendapatkan insentif itu," kata Muslim

Diberitakan sebelumnya, sejumlah guru dan guru honorer di sejumlah kabupaten/kota di Kepri, mengeluh atas insentif yang tidak kunjung diterima sejumlah guru ‎dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) ini hingga Agustus 2015. 

Sejumlah guru honorer di Batam mengaku, bantuan pendidikan sebesar Rp 1,5 juta per bulan sebagaimana diterima setiap semester ini, ‎bagi mereka, sangat berarti bagi mereka mengingat kecilnya gaji yang diterima per bulan.

"Sampai sekarang belum keluar juga, Bang. Yang jelas sampai sampai sekarang saya belum juga menerima bantuan insentif dari Pemprov Kepri itu," kata guru honorer di salah satu sekolah dasar di Sagulung, Batam, ini yang meminta namanya untuk tidak ditulis, saat dihubungi BATAMTODAY.COM, Sabtu (8/8/2015) siang.

Menurutnya, pengucuran insentif pada tahun lalu tidak pernah mengalami kendala, apalagi terlambat. "Tahun lalu kami terima pada bulan 12 kemarin, Bang. Biasanya untuk insentif berikutnya kalau nggak di bulan enam ya di bulan tujuh. Itu pun sudah paling lama. Sekali enam bulannya kami terima. Itu pun nggak banyak kali. Tapi, ya Alhamdulillah-lah bisa bantu-bantu buat makan," ujarnya.

Dia mengaku pernah menanyakan kepada dinas pendidikan mangapa insentif para guru ini belum kunjung cair. Namun jawaban yang diberikan oleh pihak terkait tersebut belum dapat memuaskan rasa penasaran para guru ini.

"Katanya mungkin tanggal 15 ke atas. Tapi nggak tahu juga 15 bulan apa," katanya kesal.

Ia mengaku sangat mengharapkan insentif tersebut. Bahkan beberapa rekan pengajar lainnya juga menanti-nantikan bantuan ini.

"Kami sedihlah. Karena uang itu bisa juga beli susu anak. Mudah-mudahanlah cepat keluar," harapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan, Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Mardiana, yang dihubungi, mengaku pencairan insentif guru pada tahun ini mengalami keterlambatan. Menurutnya, defisit anggaran pada tahun ini juga turut mempengaruhi ketersediaan anggaran.

"Bukannya kami tak mengusahakan, tetap mengusahakan. Ini karena defisit, maka skema penganggaran benar-benar diperhitungkan dengan matang," kilahnya.


Editor: Dodo