Berlangsung Sore Ini di Seipanas

Diikuti Petarung Malaysia dan Filiphina, Kejuaraan MMA Digelar di Batam
Oleh : Romi Chandra
Minggu | 06-09-2015 | 08:00 WIB
IMG_20150905_161414.jpg
Dua petarung berpose seteleh dilakukan pengukuran berat badan.

BATAMTODAY.COM, Batam - Batam Fighter Club yang merupakan cabang dari Bandung Fighting Club (BFC) menggelar turnamen kejuaran bela diri campuran atau lebih dikenal dengan sebutan Mixed Martial Arts (MMA). Olahraga kontak yang memperbolehkan berbagai teknik pertarungan, seperti pergumulan, tendangan, dan pukulan ini direncanakan digelar di depan sekretariat BFC, Komplek Bumi Riau Makmur Blok B nomor 7 Seipanas, Minggu (6/9/2015) sore, sekitar pukul 15.00 WIB.

Pembina Batam Fighter Club, Yakub Sucipto, mengatakan, penyelenggaraan kejuaraan ini untuk menarik perhatian pemuda yang suka berkelahi di jalanan agar menyalurkan semangatnya di atas ring agar lebih terarah. Bahkan mereka bisa menciptakan prestasi jika bergabung dengan BFC.

"Selain itu, kita juga melatih para anggota BFC bisa meningkatkan perform dan bisa maju ke pertandingan yang jauh lebih besar dari sekarang. Kita juga sama-sama mengetahui bahwa olah raga MMA saat ini sedang booming dan diminati berbagai kalangan, baik di Indonesia maupun di luar negeri," kata Yakub.

Dalam kejuaraan kali ini, yang dipertandingkan adalah kelas bantam, yakni petarung dengan berat 55-60 dan 60-70 kilogram. Kemudian kelas berat yang memiliki berat 70 kilogram ke atas. "Ada tiga putra daerah atau dari Batam Fighter Club sendiri, dari Tanjungpinang dan Jakarta. Bahkan dua petarug lagi berasal dari negara tetangga Malaysia untuk kelas berat dan Filipina untuk kelas bantam,"jelasnya.

Sementara Presiden duel pada Bandung Fighting Club (BFC), Edwin Sanjaya, mengatakan, kejuaran saat ini dinamakan 'Duel : The Rising Of Scorpion Warrior'. Penyelenggaraannya juga baru pertama sekali di Batam, dengan tujuan memberi kesempatan kepada para fighter untuk menyalurkan bakatnya.

Edwin sendiri juga tidak menampik MMA merupakan olah raga keras, namun dalam arti positif. "Yang tampil adalah orang-orang yang sudah mengikuti latihan dan aturan cukup jelas. Lain halnya dengan pertarungan seperti tawuran di jalan. Kalau ini, ditangani wasit dan juri berpengalaman. Jadi MMa adalah olah raga yang aman," katanya mengakhiri.


Editor: Udin