Habibie Bakal Bangun Pabrik Pesawat R-80 di Kawasan Hang Nadim Batam
Oleh : Putra Gema
Kamis | 02-05-2019 | 11:04 WIB
habibie-R-80.jpg
BJ Habibie saat berkunjung ke Kota Batam, beberapa waktu lalu. (Foto: Putra Gema)

BATAMTODAY.COM, Batam - Mantan Presiden ke-3 Indonesia, BJ Habibie akan membangun pabrik pesawat tipe R-80 rancangannya di Kota Batam.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim Batam, Suwarso, Kamis (2/5/2019). Dia mengatakan, kunjungan mantan Presiden ke-3 Indonesia ke Kota Batam beberapa hari yang lalu untuk melakukan peninjauan lahan yang berlokasi di samping MRO Lion Air.

"Kemarin beliau (BJ Habibie) sudah melihat lahan tepat di samping MRO Lion Air. Di situ ada lahan 50-70 Hektare dan beliau sangat berminat," kata Suwarso.

Lanjut Suwarso, alasan akan dibangunnya tempat pembuatan pesawat rancangan mantan Presiden ke-3 Indonesia itu di Kota Batam karena masih banyaknya lahan yang tersedia dan hal tersebut akan mempercepat pembangunan.

"Alasannya beliau (BJ Habibie) mengambil di Batam karena kita masih banyak lahan kosong, kalau di daerah lain kan sudah padat dan akan memakan waktu lama," lanjutnya.

Kedatangan BJ Habibie pada saat itu didampingi oleh anaknya yang juga merupakan Komisaris PT Regio Aviasi Indonesia (RAI), Ilham Habibie. "Pesawat R-80 merupakan rancangan Presiden RI ke-3, BJ Habibie, dan saat ini tengah dikembangkan oleh PT RAI. Produksi pesawat ini, termasuk dalam proyek strategis nasional (PSN) pemerintah," lanjutnya.

Dalam perancanaannya sendiri, pada tahun 2024 nanti rencananya pabrik pesawat R-80 tersebut akan mulai beroprasi di Kota Batam.

Luasnya lahan di Kawasan Bandara Internasional Hang Nadim Batam bukan hanya menjadi tujuan Habibie, namun telah ada beberapa perusahaan yang rencananya akan melakukan pengembangan. "Permintaan pengembangan Habibie melalui PT Ilthabi sebenarnya sudah dari sebelum MRO Lion Air akan dibangun, tetapi karena tidak ada perkembangan maka MRO Lion Air didahulukan. Kemudian GMF masuk. Tetapi GMF juga belum ada perkembangan. Apabila GMF ingin meneruskan rencananya, lahan yang tersedia di Kawasan Bandara Hang Nadim masih cukup luas untuk melakukan kerja sama itu," tutupnya.

Editor: Gokli