Pukat Mayang Mengancam Mata Pencaharian Nelayan Anambas
Oleh : Alfreddy Silalahi
Senin | 27-02-2017 | 12:02 WIB
kapal-pukat-mayang1.jpg

KM Deli Asahan saat diamankan Lanal Tarempa karena menangkap ikan menggunakan Pukat Mayang. (Foto: Alfreddy).

BATAMTODAY.COM, Anambas - Penangkapan ikan menggunakan Pukat Mayang sangat mengancam mata pencaharian nelayan di Anambas.

Kepala Desa Ladan, Kecamatan Palmatak, Abdul Hayan mengakui, belakangan hari ini masyarakat mulai kesulitan mendapat ikan di laut. Masyarakat pun mulai mengeluhkan hal tersebut.

"Ternyata, ada kapal yang menangkap ikan diperairan Anambas dengan menggunakan pukat mayang," kata Abdul.

Dia mengakui, jumlah ikan hasil tangkapan pukat mayang tersebut, berkisar 2 ton ikan tongkol. Menurutnya, kehadiran pukat mayang tersebut sangat mengancam mata pencaharian masyarakat.

"Baru ini pertama kali pukat mayang beroperasi dekat pulau. Tetapi bagi nelayan ini merupakan ancaman, karena ikan tangkapan merupakan mata pencaharian mereka," terangnya.

Kami berharap, ini segera diproses dengan hukum, supaya ada efek jera," tegasnya.

Sebelumnya, satu unit kapal pukat mayang berbendera Indonesia, KM Deli Asahan dengan bobot 68 Gross Ton (GT) diamankan oleh Lanal Tarempa, Minggu (26/2/2017). Hal tersebut dilakukan karena pukat mayang beroperasi 8 mil dari Pulau Palmatak

Editor: Yudha