Tujuh Personil Polda Kepri Turun ke Anambas Jadi "Tukang Ukur Kayu"
Oleh : Fredy Silalahi
Kamis | 28-07-2016 | 19:46 WIB
Polisi.jpg

Ilustrasi Polisi bersenjata lengkap (Sumber foto: beritadaerah.co.id)

BATAMTODAY.COM, Anambas - Tujuh personil Polda Kepri yang turun ke Pulau Jemaja menjadi pertanyaan masyarakat sekitar. Pasalnya, tidak diketahui secara pasti agenda kedatangan personil Polda Kepri tersebut.

"Hari Senin (25/07/2016) lalu, berkisar tujuh polisi berpakaian lengkap dengan senjatanya turun ke Jemaja. Kami tidak tahu apa gerangan kedatangan mereka (personel Polda) ke Jemaja," ujar salah satu warga Jemaja yang enggan menyebut namanya, Kamis (28/7/2016).

Namun, kata sumber, yang menjadi pertanyaan warga, tujuh personil polisi yang berpakaian lengkap itu semacam mau menangkap teroris saja. "Sama halnya ketika sidang AMDAL PT KJJ beberapa waktu lalu, sampai dikawal Polisi dari Tanjungpinang. Emang kami yang tinggal di sini teroris," ujarnya.

Sementara informasi yang berhasil dihimpun dari Sekretaris Dinas Pertanian ‎dan Kehutanan (Distanhut) Kabupaten Kepulauan Anambas, Agus Supratman, membenarkan turunnya personel Polda Kepri tersebut ke Jemaja. Bahkan, personel tersebut meminta pendamping Polisi Kehutanan (Polhut) Distanhut Anambas, untuk mengukur volume kayu yang digunakan oleh PT Pulau Bawah.

"Mereka meminta pendamping juru ukur kayu, kita kirim satu orang personel Polhut yang memiliki sertifikat juru ukur kayu ke Jemaja. Karena kayu yang digunakan PT Pulau Bawah untuk membangun resort, merupakan kayu ilegal. Tidak hanya anggota Distanhut Anambas, mereka juga membawa anggota Distanhut Provinsi Kepri. Tapi tanyakan saja ke Kepala Distanhut Provinsi," terangnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Distanhut Provinsi Kepri, Honismanri, juga membenarkan hal tersebut. "Memang sebelum lebaran kemarin, Polda meminta Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dari Distanhut ikut turun ke Jemaja. Karena di Tanjungpinang tidak ada PPNS, maka saya suruh meminta dari Batam atau Karimun. Tetapi saya tidak tahu secara pasti apa tujuan mereka ke Jemaja, dan sejauh ini saya belum mendapat laporan," terangnya.

Sedangkan Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Kepri, Kombes Pol Budi Suryanto, belum berhasil dikonfirmasi. Pesan singkat yang dilayangkan pun belum ada balasan.

Tudingan mengenai PT Pulau Bawah menggunakan kayu ilegal sempat memanas dan menjadi perbincangan masyarakat.

Amir Fikri yang merupakan Ketua Forum Komunikasi Pembangunan Jemaja Timur mengatakan, dirinya memiliki bukti aktivitas untuk keperluan kayu pembangunan PT Pulau Bawah. "Saya punya bukti terkait itu, nanti saya tunjukkan kepada teman-teman," ujarnya,

Editor: Udin