Pedagang Abaikan Imbauan Pemerintah, Penjualan Mercon di Anambas Marak
Oleh : Alfredi Silalahi
Senin | 04-07-2016 | 17:46 WIB
mercon-anambas.jpg

Pedagang mercon di Anambas melayani pembeli. (Foto: Fredi)

BATAMTODAY.COM, Tarempa - Digemari anak-anak, menjadi alasan pedagang untuk tetap menjual mercon meskipun Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas mengimbau agar tidak menjualnya.

"Ini kan momennya sekali setahun saja, bukannya tiap hari kami jual mercon. Apalagi ketika pas hari H, anak-anak sangat senang melihat pencaran warna di malam hari. Karena mercon ini mengeluarkan warna, tapi malam saja kelihatan indah warnanya," ujar Man, salah satu pedagang mercon serta penjual buah, Senin (4/7/2016).

Dia mengaku tidak ada larangan dari Pemerintah terkait penjualan mercon tersebut. "Kalau larangan tidak ada, biasa-biasa saja. Kalau ada larangan, kami mana berani jual mercon," tegasnya.

Sementara, Ani salah konsumen mengatakan "Anak saya sudah melihatnya, kalau tidak dibeli dia menangis terus. Jadi saya terpaksa membelinya," seraya mengatakan dirinya keberatan ‎membeli mercun tersebut, di samping membahayakan keselamatan anak-anak, juga mengganggu pendengaran (bising).

Dia berharap,Pemerintah segera bertindak. Pasalnya, imbauan tersebut tidak lah berguna bagi pedagang mercon tersebut.

"Kalau cuma mengimbau, saya juga bisa. Tetapi pedagang ini bandel semua. Coba Pemerintah langsung turun ke lapangan,pasti penjualan mercon itu bakal tidak ada. Kalau mengimbau saja, tanpa tindakan, sama dengan bohong," tegasnya.

Sebelumnya, Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas, Abdul Haris mengimbau masyarakat untuk tidak menjual mercon. Di samping membuat keributan, ‎mercon juga dapat mengganggu kesehatan.

"Kami mengimbau masyarakat,agar tidak menjual mercun. Tolong dihargai orang tua kita yang berumur 70 tahun ke atas, mereka gampang terkejut," ucapnya belum lama ini.

Editor: Dodo