Wisatawan Keluhkan Persoalan Sampah di Objek Wisata Kepulauan Anambas
Oleh : Alfredy Silalahi
Kamis | 09-06-2022 | 17:09 WIB
sampah-anambas11.jpg
Ilustrasi sampah di laut Anambas. (Dok BTD)

BATAMTODAY.COM, Anambas - Keberadaan sampah di objek wisata menjadi ancaman serius pada sektor pariwisata Kepulauan Anambas. Pasalnya, pesona objek wisata menjadi pudar karena tumpukan sampah.

Pengurus Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Cabang Anambas, Wiswira Toni mengaku mendapat keluhan dari wisatawan lokal maupun mancanegara.

"Saya mendapat keluhan dari wisatawan, kalau sejumlah objek wisata di Kepulauan Anambas ini banyak tumpukan sampah. Yang membuat wisatawan menjadi tidak betah," ucap Wiswira, Kamis (9/6/2022).

Wiswira menambahkan, wisatawan lokal maupun mancanegara sangat mengakui pesona dan keindahan objek wisata Kepulauan Anambas. Namun sayang, pesona tersebut dirusak oleh pemandangan yang tidak enak.

"Ini menjadi perhatian kita bersama, kita harus bisa menjaga lingkungan dan jangan lagi membuang sampah ke laut. Karena lingkungan tanggungjawab kita bersama," tegas Wiswira.

Wiswira menceritakan, bahwa tak sedikit juga wisatawan yang bersedia membersihkan sampah di suatu objek wisata. "Ini pelajaran bersama buat kita semua, wisatawan saja peduli, maka kita juga harus peduli," tegasnya.

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kepulauan Anambas, Effi Sjuhairi mengakui kalau objek wisata yang merupakan pulau tidak berpenghuni, memang kerap ditumpuki sampah kiriman.

"Tumpukan sampah di pulau tak berpenghuni ini merupakan kiriman yang di bawa oleh arus laut. Kalau kita tidak membuang sampah ke laut, maka tempat-tempat wisata tidak akan tercemar," jelasnya.

Effi menambahkan, Pemkab Anambas telah rutin mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah ke laut. Karena Pemkab telah menyediakan tempat sampah.

"Perilaku seperti ini yang harus kita ubah, jangan sampai laut menjadi tempat sampah. Memang miris, kalau keindahan atau pesona objek wisata pudar karena sampah. Maka dari itu, mari kita sama-sama menjaga lingkungan kita," ucapnya.

Saat ini, lanjut Effi, Pemkab sangat konsen terhadap pengembangan sektor pariwisata di Anambas. Pengembangan tersebut harus dibantu oleh seluruh elemen masyarakat.

"Jangan kita berkoar-koar demi promosi pariwisata Anambas, tetapi kita tidak siap menjaga lingkungan. Kalau wisata kita maju, toh kita juga yang merasakan dampak positifnya. Kami berharap, kita semua satu tujuan dan kita sepakat untuk memajukan promosi pariwisata yang dimiliki daerah kita ini," tegasnya.

Effi menegaskan, akan memanfaatkan personilnya untuk melakukan kebersihan di sejumlah objek wisata terkhusus di pulau tak berpenghuni. "Kalau pulau berpenghuni, kita bisa kerjasama atau bergotong royong untuk membersihkannya. Kalau pulau tak berpenghuni, tak mungkin itu bisa bersih dengan sendirinya," ucap Effi mengakhiri.

Editor: Yudha