Harapan Masyarakat Desa Air Putih Dialiri Listrik Tahun Ini Pupus
Oleh : Alfredy Silalahi
Rabu | 31-10-2018 | 16:16 WIB
lilin11.jpg
Ilustrasi.

BATAMTODAY.COM, Anambas - Harapan masyarakat Desa Air Putih, Kecamatan Siantan Timur mendapat aliran listrik pada tahun 2018 pupus. Pasalnya, hingga saat ini yang menjadi pertimbangan Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Anambas yakni keterbatasan anggaran.

"Kita butuh biaya besar untuk membangun jaringan listrik. Apalagi letak desa-desa di Anambas tersebar di beberapa pulau. Ini yang menjadi pertimbangan, dan kita menunggu anggaran dari pusat," ujar Manager Unit Pelayanan Pelanggan PLN Rayon Anambas, Jaswir, Rabu (31/10/2018).

Selain rentang kendali, PLN juga mengakui jumlah penduduk di suatu desa atau pulau menjadi pertimbangan ?untuk pemasangan jaringan listrik baru.

"Memang negara ingin semua wilayah teraliri lisrtik. Tetapi ini merupakan investasi besar," terangnya.

Ketika disinggung mengenai jumlah desa di Anambas yang belum dialiri listrik, Jaswir enggan membeberkan.

"Saya tak pegang data desa yang belum dialiri listrik. Soalnya saya juga lagi di luar kota melaksanakan cuti," jelasnya.

Dari data tahun 2017, ada sebanyak 21 desa di Anambas yang belum dialiri listrik. Bahkan PLN sebelumnya menargetkan pemasangan jaringan listrik bagi desa yang sudah memiliki jumlah penduduk sebanyak 300 KK.

Sebelumnya diberitakan, masyarakat Desa Air Putih, Kecamatan Siantan Timur belum bisa menikmati listrik. Bahkan masyarakat, masih banyak menggunakan lampu teplok sebagai penerangan pada malam hari. Kondisi ini membuat masyarakat Desa Air Putih ibarat hidup di jaman dahulu yang tetap terisolasi.

Sementara diketahui, sejumlah program pembangkit listrik dengan sumber energi terbarukan sudah dapat dinikmati. Namun, di Desa Air Putih, Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) tidak bisa dinikmati.

"Janjinya tahun 2018 Desa Air Putih sudah dialiri listrik. Tetapi sampai saat ini belum ada tanda-tanda pemasangan jaringan listrik," ucap Kepala Desa Air Putih, Azam Bazir.

Sebanyak 114 kepala keluarga (KK) di Desa Air Putih, diketahui belum pernah menggunakan alat elektronik seperti rica cooker, kulkas, televisi maupun mesin cuci. Tetapi untuk menyetrika, masyarakat harus memanfaatkan mesin generator (genset).

Sama halnya dengan dunia pendidikan dan kinerja pemerintahan desa, setiap saat menggunakan mesin genset.

"Kalau ada urusan penting, kita menyalakan mesin genset. Sama juga di sekolah-sekolah, selalu menggunakan mesin genset," jelasnya.

Editor: Yudha