Pemain Harus Menjunjung Sportifitas

Wan Zuhendra Buka Turnamen Sepak Bola Antar Desa di Anambas
Oleh : Fredy Silalahi
Jum\'at | 24-08-2018 | 18:28 WIB
wan-bola1.jpg
Wan Zuhendra didampingi Unsur TNI/Polri, anggota DPRD dan Sekretaris Daerah, Sahtiar menendang bola pertanda dimulainya kejuaraan antar desa tingkat Kabupaten Kepulauan Anambas. (Foto: Fredy Silalahi)

BATAMTODAY.COM, Anambas - Wakil Bupati Wan Zuhendra membuka secara resmi pertandingan sepak bola antar desa yang digelar oleh Asosiasi Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) Pemkab Anambas mulai 24 Agustus sampai 12 September mendatang.

Sebelum pertandingan, Wan Zuhendra berpesan agar seluruh pemain tetap sportif dan meningkatkan persahabatan.

"Bermainlah dengan sportifitas yang tinggi. Pertandingan ini bisa merekatkan persatuan dan menjaga ke Bhinnekaan. Seluruh pemain semakin bisa mengenal satu sama lain dan ini perlu ditingkatkan," kata Wan Zuhendra kepada seluruh pemain, Jumat (24/8) di Lapangan Sulaiman Abdullah, Anambas.

Wan juga menambahkan, pertandingan antar desa ini sekaligus mencari bibit pesepak bola dan dapat nantinya mewakili Anambas dalam kancah sepak bola tingkat provinsi maupun nasional.

"Pertandingan ini juga bisa mencari bibit-bibit pemain sepak bola. Nanti pemain yang berkualitas bisa mewakili Anambas untuk tingkat provinsi dan kalau bisa sampai tingkat nasional," ujarnya.

Sementara, Ketua Askab PSSI Anambas, Sahtiar mengatakan, kegiatan pertandingan sudah 7 kali dilaksanakan. Sampai saat ini, belum ada kesebelasan yang bisa mempertahankan piala bergilir selama tiga kali berturut.

Jika ada kesebelasan yang bisa bertahan juara, maka akan ada tambahan bonus dari Pemerintah Daerah sebesar Rp200 juta. "Kalau ada juara bertahan mulai dari tahun 2018, 2019 dan 2020 maka ada tambahan Rp200 juta. Tetapi juara harus berturut-turut," ungkapnya.

Menurut Sahtiar, pertandingan ini langsung dipimpin oleh wasit kabupaten dan seluruh pertandingan ada ditangan wasit. Sahtiar juga menyebut sampai saat ini ada tiga desa yang kena skorsing karena melanggar aturan pada pertandingan sebelumnya.

"Tiga desa kena sanksi karena melanggar aturan, skorsing jika ada yang berkelahi dan sudah menyatakan ikut tetapi tidak datang akan diskorsing. Hadiah untuk juara satu Rp20 juta dan Rp10 juta serta Rp7,5 juta dan Rp 5 juta bagi juara harapan," katanya.

Editor: Gokli