Miris, Keluarga Miskin di Anambas Ini Luput dari Perhatian Pemerintah
Oleh : Alfredy Silalahi
Jum\'at | 13-04-2018 | 13:16 WIB
kapolres-bantu1.jpg
Kapolres Anambas, AKBP Junoto berbincang-bincang dengan keluarga Supriadi beserta 8 anaknya. (Foto: Alfredy)

BATAMTODAY.COM, Anambas - Banyak anak banyak rejeki, itulah yang tertanam dalam benak keluarga Supardi (40) dan Rohani warga Desa Air Bini, Kecamatan Siantan Selatan. Memiliki 8 anak, keluarga Supardi dan Rohani hidup dipenuhi rasa bersyukur tanpa banyak mengeluh.

Tidak memiliki rumah dan lahan, keluarga Supardi hidup berpindah-pindah mengharapkan belas kasihan warga Desa Air Bini. Awalnya, keluarga tersebut tinggal di Dusun Desan, Desa Air Bini namun seminggu belakangan pindah ke Desa Air Bini.

"Pekerjaan saya serabutan, kadang ke kebun kadang ke laut. Penghasilan pun tidak menentu, paling banyak saya bawa penghasilan ke rumah hanya Rp 130.000 dan dibantu istri yang sehari-hari menjaga anak sambil memecah batu," ungkap Supriadi.

Hidup dalam sebuah rumah tumpangan dengan ukuran 5x5, Supriadi cukup bersyukur karena tidak dibebankan biaya sewa. Namun memiliki anak 8 orang, rumah tersebut sangat tidak layak. Pantauan BATAMTODAY.COM, rumah tersebut memiliki satu ruang kamar dan pada ruang tamu terbentang kasur, bantal dan perlengkapan tidur lainnya.

Memiliki 3 orang anak yang sedang menduduki bangku pendidikan, Supriadi mengaku terbantu dengan program pendidikan gratis.

"Anak yang paling besar (Diorapi) sedang menduduki bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) kelas 2 dengan umur 14 tahun. Yang nomor dua dan nomor tiga menduduki bangku Sekolah Dasar (SD). Karena ada program pendidikan gratis, kami sangat terbantu. Untuk tempat tinggal, rumah ini sudah lebih dari cukup sebagai tempat berteduh dan peristirahatan," aku Supardi.

Keluarga Supardi salah satu keluarga yang terlepas dari perhatian Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas. Dengan ekonomi yang tergolong rendah, keluarga tersebut belum pernah mendapat bantuan dari pemerintah. Bahkan bantuan dari Pemerintah Pusat melalui program keluarga sejahtera tidak pernah mengalir.

"Kami tidak pernah mengeluh kepada pemerintah, dan apa yang kami kerjakan alhamdulilah cukup untuk makan anak-anak," ujarnya.

Senyum keluarga Supriadi tiba-tiba melebar, karena kehadiran Kepala Kepolisian Resor Anambas, AKBP Junoto dan rombongan. Dengan membawa sembako, Junoto juga sempat berbincang-bincang dengan keluarga Supriadi sembari mengatakan Polres Anambas memiliki program Jumat Berkah dengan sasaran keluarga yang perekonomiannya rendah.

?"Kami ada membawa sembako, mudah-mudahan bermanfaat bagi keluarga Supriadi," ujar Junoto yang disambut oleh Supriadi dengan ucapan terima kasih.

Editor: Yudha