Minim Transportasi Laut, Penumpang dari Tarempa ke Bintan Harus Rela Berimpit
Oleh : Fredy Silalahi
Selasa | 19-12-2017 | 10:50 WIB
berimpit.jpg
Penumpang KM Bukit Raya dari Anambas ke Bintan over kapasitas. (Foto: Fredy Silalahi)

BATAMTODAY.COM, Anambas - Penumpang KM Bukit Raya tujuan Tarempa, Anambas - Kijang, Bintan tembus berkisar 2.100 orang. Hal ini menjadi tradisi masyarakat di daerah pulau terluar dan terdepan ketika menyambut hari besar nasional baik Hari Raya Idul Fitri maupun Natal dan Tahun Baru.

Keterbatasan transportasi laut dan udara menjadi penyebab membludaknya penumpang KM Bukit Raya. Meski over kapasitas, KM Bukit Raya tetap berlayar dengan kecepatan 12 sampai 14 knot dari Tarempa menuju Kijang dengan waktu tempuh 18 Jam.

Melonjoknya penumpang KM Bukit Raya, seluruh penumpang mencari celah untuk tempat beristirahat. Tidak hanya bagian samping kapal yang padat, justru di bagian atap persis di samping cerobong kapal juga menjadi pilihan penumpang.

"Sangat miris, setiap hari besar masyarakat bersempit-sempitan di KM Bukit Raya. Sebenarnya ini harus menjadi perhatian pemerintah untuk menyediakan transportasi laut yang menjadi andalan ketika musim cuaca ekstrim," ujar salah satu penumpang yang naik dari Tarempa, Romel, Selasa (19/12/2017).

Terpisah, salah satu penumpang yang naik dari Natuna menuju Kijang, Hardi mengaku, selama perjalanan dari Natuna ke Tarempa cuaca cukup ekstrim dengan ketinggian gelombang mencapai 6 meter dan kecepatan angin rata-rata 20 hingga 40 knot.

"Tetapi beruntung selama perjalanan dari Tarempa ke Kijang bisa dibilang teduh, karena hanya ada riak gelombang sedikit aja," ujarnya.

Dari data Perwakilan Pelni di Tarempa, Hubbul Iksan mengatakan, jumlah penumpang yang naik dari Tarempa berjumlah 789 orang. Kemudian penumpang lanjutan sebanyak 1.009 orang.

"Untuk penumpang terusan ini belum termasuk di Letung. Kami memprediksi jumlah penumpang di Letung mencapai 200-an orang," katanya.

Editor: Gokli