Rumah Sakit BP Batam Jadi Pusat Rujukan Penanganan Jantung Koroner Akut di Kepri
Oleh : Gokli
Sabtu | 12-08-2017 | 14:15 WIB
peluncuran-rs1.gif
Peluncuran RS BP Batam sebagai pusat rukuan jantung koroner akut. (Foto: Humas BP Batam)

BATAMTODAY.COM, Batam - Rumah Sakit BP Batam diresmikan sebagai Call Center Indonesia ST Elevasi Miokard Infark (STEMI) atau pusat rujukan penanganan jantung koroner akut di Provinsi Kepulauan Riau.

Peresmian dilakukan oleh Kepala BP Batam Hatanto Reksodipoetro dan Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kardio Vaskular Indonesia, dr. Sunarya Soeryana SPJP (K) FIHA, dengan menekan tombol sirine di Best Western Premier Panbil Hotel, Sabtu (12/8/2017.

STEMI sendiri merupakan kondisi di mana terjadi kegawatan jantung manusia atau serangan jantung koroner akut. Keterlambatan pasien yang mengalami koroner jantung akan menimbulkan kematian dini dan kesakitan setelah mengalami serangan jantung.

Dokter Spesialis Jantung Rumah Sakit BP Batam, dr Afdhalun Hakim SPJP, memaparkan, ST Elevasi Miokard Infark (STEMI) adalah rusaknya bagian otot jantung secara permanen akibat insufisiensi aliran darah koroner oleh proses degeneratif maupun di pengaruhi oleh banyak faktor dengan ditandai keluhan nyeri dada, peningkatan enzim jantung dan ST elevasi pada pemeriksaan EKG.

STEMI adalah cermin dari pembuluh darah koroner tertentu yang tersumbat total sehingga aliran darahnya benar-benar terhenti, otot jantung yang dialiri darah tidak dapat nutrisi-oksigen dan mati.

"Program ISTEMI pertama kali diluncurkan pada tahun 2011 hingga sekarang, dimulai dari Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Balikpapan, dan kota besar lainnya, hingga hari ini diluncurkan di kota Batam," kata Afdhalun.

Tercatat bahwa dari lebih dari 70% yang mengalami penyumbatan jantung total (ISTEMI) di Batam hanya 4 % yang menjalani program pemasangan ring atau tindakan balonisasi. Hal tersebut dikarenakan belum ada program ISTEMI di Kepri.

Pentingnya jejaring STEMI akan mempercepat penanganan yang terintegrasi dan tersistem dengan fasilitas kesehatan yang lebih mumpuni yang akan menjadi pilot project di Kepulauan Riau sebagai daerah percontohan untuk daerah lain.

"Hal ini dapat menjadi kebanggaan Batam yang bisa ditawarkan kepada Investor Asing yang notabene peduli pada kesehatan jantung," ujarnya.

Jumlah penduduk yang mengalami penyakit jantung hingga mengalami kematian semakin meningkat, tentu diharapkan dengan Call Center ISTEMI dapat membantu penanganan cepat serangan jantung. Hatanto juga mengatakan dirinya berkeinginan untuk bisa membuat kapal ambulance bekerjasama dengan Walikota Batam sehingga Call Center ISTEMI dapat dinikmati masyarakat dipulau pulau diluar Batam.

"Rumah Sakit BP Batam telah dipercaya menjadi pusat penanganan ISTEMI, diimbau agar kepercayaan ini dapat diemban dengan baik oleh jajaran Rumah Sakit BP Batam, sehingga dapat selalu meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat ditambah dengan komitmen BP Batam yang melakukan penambahan gedung baru RS BP Batam diperkirakan mampu mengakomodir tambahan pasien hingga 350 orang," tuturnya.

Sementara dr. Sunarya Soeryana SPJP (K) FIHA menambahkan bahwa Call Center ISTEMI akan semakin mudah dan teringrasi dimana masing-masing tingkat pelayanan kesehatan akan melayani data dalam bentuk online.

Pada kesempatan ini, Walikota Batam Muhamad Rudi juga hadir dan mengungkapkan dukungannya terhadap penetapan Rumah Sakit BP Batam sebagai Call Center BP Batam. Dirinya siap bersatu dengan BP Batam dan Pemrov serta menghimbau para dokter untuk kompak bersama agar Batam harus menjadi rujukan bukan hanya di wilayah Kepri tapi juga se Sumatera.

"Kami siap dukung Pak Tanto, agar Rumah Sakit BP Batam ini bisa menjadi rujukan bagi wilayah se Sumatera," kata Rudi menutup sambutannya.

Peluncuran ini juga dihadiri oleh Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak, Ketua IDI Provinsi Kepri dr. Ibrahim SH MSc Mkn MpdKed, dan perwakilan Gubernur Kepri yang berhalangan hadir Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri Tjejep Yudiana, Direktur Rumah Sakit BP Batam dr. Sigit Riyanto serta para dokter spesialis dan umum dari berbagai rumah sakit di Batam.

Editor: Yudha


BNN-KEPRI