PKP

Pengorbanan di Balik Kebakaran Pasar Daik

Demi Bangunkan Warga Kampung Cina, Sugeng Relakan Harta Bendanya Dilahap Api
Oleh : Bayu Yiyandi
Rabu | 29-11-2017 | 18:14 WIB
Sugeng-dan-Wabup-Lingga.jpg honda-batam
R Sugeng Pamungkas (abu-abu kanan) didampingi Wabup Lingga saat melakukan pendataan korban di posko darurat Pemkab Lingga (Foto: Bayu Yiyandi)

BATAMTODAY.COM, Daiklingga - Kobaran api yang melalap puluhan unit bangunan di Pasar Daik, Kampung Cina, Kabupaten Lingga, Selasa (28/11/2017) kemarin, meninggalkan sejarah pengorbanan dan keikhlasan.

Adalah R. Sugeng Pamungkas, salah satu korban keganasan si jago merah itu, yang rela harta benda miliknya dilalap si api. Sugeng merelakan harta benda miliknya hangus, dan memilih lebih mementingkan menyelamatkan nyawa orang lain dari barang-barang termasuk rumahnya yang kemudian rata dengan tanah.

Ia lebih memilih membangunkan para warga Pasar Daik yang tengah tertidur pulas, setelah melihat kobaran api membesar.

"Saya waktu itu melihat api. Api itu dari sebelah kiri rumah saya (belakang warung Pak Tani). Jadi secara spontan saya yang dibantu teman-teman kepolisian dari Polsek setempat berteriak dan membangunkan warga," ujar pria yag akrab disapa Sugeng itu kepada BATAMTODAY.COM, Rabu (29/11/2017).

Sebelum membangunkan warga, ia menjelaskan, sebelumnya Sugeng bersama beberapa anggota polisi sempat berusaha memadamkan kobaran api yang muncul. Namun karena api semakin besar dan usahanya sia-sia, ia berinisiatif membangunkan warga tanpa berpikir untuk menyelamatkan harta bendanya.



Sugeng juga mengaku kesulitan membangunkan warga yang sedang lelap. Meski dirinya sudah berteriak-teriak, warga tak juga ada yang keluar rumah. Saat itu dirinya bahkan menendang pintu rumah warga.

"Sangat susah sekali. Saya pakai teriak kebakaran. Karena tidak bangun juga, saya akhirnya mendobrak pintu rumah warga. Seperti maling gitu," terang dia.

Aksi heroiknya membangunkan warga, diakuinya merupakan spontanitas. Padahal dirinya waktu itu masih bisa menyelamatkan barang berharga miliknya.

"Saya pun tak menyangka. Jadi saya mengimbau warga lain untuk ke luar dan membawa barang seperlunya," ujar Sugeng.

Setelah itu, lanjut Sugeng, api akhirnya semakin besar dengan percikan lidahnya yang satu persatu membakar bangunan termasuk rumahnya. Ia pun tidak sempat lagi menyelamatkan barang dan akhirnya hanya baju sehelai di badan.

Namun ia bersyukur semua keluarganya bisa selamat dari musibah ini. Walaupun seluruh barang berharga tidak bisa diselamatkan.

"Biarlah saya hilang harta benda yang penting keluarga dan semua warga di pasar ini selamat," ucap pria yang pernah menjadi RT di komplek pasar ini.



Saat ini Sugeng dan beberapa korban lainnya juga sudah menerima bantuan berupa obat-obatan, pakaian dan makanan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Lingga, termasuk bantuan dari Gubernur Kepri, Nurdin Basirun dan Polda Kepri.

Ia juga mengucapkan terima kasih atas bantuan tersebut. Ia juga mengaku bersyukur karena masih diberikan keselamatan atas musibah ini berserta dengan keluarga tercintanya.

"Terima kasih atas bantuannya. Ini sangat bermanfaat sekali bagi kami. Kami bersyukur masih bisa selamat dan diberikan kesehatan oleh Allah SWT. Semoga musibah ini jadi pelajaran bagi kami untuk lebih dekat kepada Nya," tutup Sugeng dengan wajah yang penuh kesedihan dan keterpurukan.

Editor: Udin