PKP

Israel Hancurkan Terowongan 'Terpanjang dan Terdalam' di Gaza
Oleh : Redaksi
Senin | 16-04-2018 | 19:28 WIB
hancurkan-terowongan.jpg honda-batam
Militer Israel menghancurkan sebuah terowongan yang berasal dari Gaza yang masuk beberapa puluh meter ke dalam wilayah Israel (REUTERS/Mohamad Torokman)

BATAMTODAY.COM, Gaza - Militer Israel menghancurkan sebuah terowongan yang berasal dari Gaza yang masuk beberapa puluh meter ke dalam wilayah Israel, dekat komunitas Nahal Oz. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan terowongan itu adalah yang kelima yang dihancurkan dalam lima bulan terakhir.

"Terowongan khusus ini berkualitas tinggi dan rumit, dalam hal jaringan terowongan (penetrasi Israel dari) wilayah utara Jalur Gaza," kata juru bicara Jonathan Conricus.

"Kami mengisi terowongan dengan material sehingga tidak akan dapat digunakan dalam jangka waktu yang sangat lama," kata dia seperti dilansir Deutsche Welle. Dia tidak merinci material apa yang digunakan, hanya menegaskan tidak menggunakan bahan peledak.

"Menurut penilaian awal kami, terowongan ini mencapai beberapa kilometer ke Jalur Gaza," kata dia menambahkan.

Penghancuran terowongan itu terjadi di tengah gelombang aksi protes warga Palestina di sepanjang pagar perbatasan antara Gaza dan Israel, yang dimulai sejak akhir Maret.

Terowongan yang dihancurkan terletak dekat lokasi demonstrasi "The March of Return" yang rencananya bakal digelar hingga pertengahan Mei. Dalam aksi itu 28 warga Palestina tewas, termasuk seorang jurnalis, dan lebih dari 1.500 luka-luka akibat tembakan Israel di Gaza.

Dalam aksi "The March of Return" demonstran Palestina berusaha menyeberangi pagar perbatasan men uju Israel untuk kembali ke wilayah yang direbut Israel saat menduduki Palestina. Militer dan pejabat Israel menyatakan mereka tidak akan membiarkan pelanggaran pagar perbatasan.

Hampir 1.000 pengunjuk rasa Palestina luka-luka, sebagian besar terkena peluru tajam dan gas air mata yang ditembakkan tentara Israel. Demonstran memprotes kondisi kehidupan yang buruk di Jalur Gaza akibat penutupan perbatasan sejak 2007.



Israel dikecam kalangan internasional karena menggunakan kekuatan mematikan melawan demonstran. Israel membela tindakan dengan menyebut aksi protes itu adalah upaya menutup serangan dari milisi Hamas. Uni Eropa menyerukan penyelidikan atas insiden tersebut.

Militer Israel menggambarkan terowongan itu sebagai "terowongan teror Hamas", yang merupakan penghubung utama, dengan beberapa terowongan lain yang saling terhubung.

Conricus mengatakan terowongan itu telah dibangun selama beberapa tahun dan telah memonitornya selama beberapa tahun terakhir melalui "intelijen dan alat operasional yang baru yang kami tempatkan di Jalur Gaza."

Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman menyatakan terowongan yang dihancurkan pada Minggu (15/4) adalah yang terpanjang dan terdalam yang berhasil ditemukan Israel.

"Itu terowongan yang membutuhkan jutaan dolar untuk penggalian, uang yang seharusnya diberikan untuk mengurangi kesulitan warga Gaza terkubur di pasir," kata dia. "Warga Gaza, Hamas membakar uang Anda di terowongan yang entah menuju ke mana."

Israel juga membangun penghalang bawah tanah untuk mendeteksi dan memblokade terowongan baru di masa depan. Selama konflik 2014, Israel telah menghancurkan 32 terowongan.

Sumber: CNN Indonesia
Editor: Udin