Nurdin Minta Taxi Konvensional Ikuti Perkembangan Zaman
Oleh : Charles Sitompul
Kamis | 15-03-2018 | 10:38 WIB
Nurdin_taxi.jpg honda-batam
Gubernur Kepri Nurdin Basirun memimpin pertemuan membahas Angkutan Sewa Khusus Kota Batam, di Kantor Wali Kota Batam

BATAMTODAY.COM,Tanjungpinang - Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun mengajak semua pihak khususnya taxi manual atau konvensional untuk mereformasi diri agar bisa berdaya saing. Sebab, tidak bisa lagi kota modern seperti Batam ini, kelompok masyarakatnya berpikir dengan cara lama.

"Dengan perkembangan zaman saat ini, kita harus masuk dalam kemajuan itu. Ada masalah, kita duduk bersama mencari win win solution. Wali Kota dan semua pihak berusaha semaksimal mungkin agar kota ini bergairah lagi," kata Nurdin saat membuka pertemuan membahas Angkutan Sewa Khusus Kota Batam, di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (14/3/2018).

Gubernur menegaskan agar tidak ada polemik berkepanjangan, Energi besar membangkitkan ekonomi daerah ini jangan tersia-sia karena masalah ini. Karena itu, Nurdin solusi yang didapat dalam pertemuan ini cepat dieksekusi.

"Batam banyak sekali perubahan, semakin tampak keindahan dan harus semakin nyaman. Peran masyarakat perlu untuk mendukung kenyamanan itu.Jangan memaksakan ego," Nurdin mengingatkan.

Perjalanan kesuksesan Kota Batam, kata Nurdin harus didukung semua komponen masyarakat, termasuk transportasi. Persoalan harus diselesaikan dengan kebersamaan dan musyawarah. Karena, kata Nurdin, kalau mengedepankan siapa kuat tak akan menyelesaikan masalah.

Dalam kesempatan itu, Nurdin juga mengajak semua pihak terkait transportasi ini mundur selangkah untuk maju 10 langkah dalam penyelesaiaan polemik angkutan Khusus dan angkutan Kompensional di Batam.

"Sebagai orang Kepri aksanakan petuah dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung," ujar Nurdin

Sebagai mana sebelumnya, sejak Maret 2017 polemik keberadaan taksi online di Kota Batam tersu terjadi. Berkali-kali perselisihan muncul yang membuat kota yang semakin bangkit pariwisatanya ini kenyamanannya agak terganggu.

Editor: Surya