Dirpam BP Batam Dukung OTT Tim Saber Pungli Polresta Barelang
Oleh : Nando Sirait
Rabu | 14-02-2018 | 17:17 WIB
dir-ditpam-bp-batam.jpg honda-batam
Direktur Ditpam BP Batam, Brigjen Pol Suherman Didampingi Kasubdit Humas BP Batam, Taopan Dalam Memberikan Keterangan Pers Terkait OTT. (Foto: Nando Sirait)

BATAMTODAY.COM, Batam - Direktur Pengamanan (Dirpam) Badan Pengusahaan (BP) Batam, Brigjen Pol Suherman, membenarkan adanya dua anggotanya terjaring operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Tim Saber Pungli Polresta Barelang.

Kedua oknum petugas Ditpam BP Batam itu diamankan petugas kepolisian setelah tertangkap tangan menerima sejumlah uang, saat bertugas menjaga mesin X-ray yang berada di lantai dua Pelabuhan Domestik Sekupang, Rabu (14/2/2018).

Suherman menjelaskan, setelah mendengar adanya informasi tersebut ia langsung mendatangi Mapolresta Barelang. Dari keterangan pihak Kepolisian kedua anggota Ditpam tersebut diamankan sekitar pukul 10.45 Wib.

Bahkan ia mendukung adanya tindakan yang dilakukan oleh pihak Kepolisian. "Saya pribadi mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh pihak Kepolisian. Karena hal ini diperlukan dalam memberantas pungli, dan juga sangat bagus dalam upaya pembersihan BP Batam dari oknum seperti itu," ujar Suherman.

Suherman juga meyampaikan agar Tim Saber Pungli untuk terus melanjutkan penyelidikannya. Jenderal bintang satu itu juga menegaskan, pihaknya tidak akan memberikan bantuan hukum apabila kedua anggota nya tersebut terbukti bersalah. "Ini yang perlu dicatat, tidak akan ada bantuan hukum dari kami apabila mereka memang terbukti melakukan pungli," ujarnya.

Kedua oknum Ditpam BP Batam yang diamankan di bagian X-ray Pelabuhan Domestik Sekupang itu ditugaskan untuk menjaga aset Pelabuhan dimana untuk pengecekan barang yang akan masuk dan keluar melalui pelabuhan merupakan tanggung jawab penuh dari Bea dan Cukai.

"Jadi mereka ditugaskan di X-ray itu tugasnya hanya membantu, kita pun belum tau pasti modus kedua nya dalam melakukan pungli di Pelabuhan itu. Untuk itu kita serahkan seluruhnya ke pihak kepolisian dan kita hanya bisa menunggu hasil pemeriksaan," paparnya.

Editor: Dardani