PKP

Sosok Masri, Pawang Binatang Buas Sang Penakluk Buaya Peliharaan Kadinkes Bintan
Oleh : Syajarul Rusydy
Selasa | 05-12-2017 | 14:02 WIB
Buaya-bintan1.gif honda-batam
Masri bersama buaya peliharaan Kadinkes Bintan. (Foto: Syajarul)

BATAMTODAY.COM, Bintan - Menaklukkan binatang buas bukan perkara gampang. Hanya orang-orang tertentu yang bisa melakukannya. Masri salah satu orang yang memang memiliki keahlian khusus menaklukkan binatang buas.

Belum lama ini Masri berhasil menaklukkan buaya milik Kepala Dinas Kesehatan Bintan yang sempat menghebohkan warga.

Masri mengaku memiliki keahlian menaklukkan binatang buas sejak SMA. Dari pengakuan pawang yang tinggal di Gang Garuda, Kelurahan Seilekop, Kecamatan Bintan Timur (Bintim) itu mengatakan keahlian menjinakkan binatang-binatang buas, didapat dari pamannya yang bernama Batok.

"Saya belajar dari paman, awalnya hanya sekedar melihat dia (paman) sering disuruh tetangga menangkap ular, buaya dan lain lain," ujar pria yang memiliki tiga orang anak itu, Selasa (5/12/2017).

Dari melihat aksi sang paman, hingga akhirnya membuatnya tertarik belajar menaklukan binatang-binatang buas seperti ular, buaya, bahkan harimau juga dapat ia taklukan. berbekal ilmu, keahlian dan keyakinan terhadap sang pencipta.

"Yakin aja dulu, kemudian terapkan apa yang sudah diajarkan oleh paman. Alhamdulilah sampe sekarang bisa menangkap binatang buas," kata Masri.

Meski mahir dalam menaklukan binatang buas, bukan berarti semua lancar lancar begitu saja. Masri juga pernah merasakan gigitan ular berbisa, beruntung pria yang dikenal sebagai pawang binatang buas itu, juga dapat memberikan penawar (obat) jika terkena bisa ular.

"Kalau digigit pernah la, tapi ya gak sering. Palingan beberapa kali aja gitu, langsung kita kasih penawarnya," timpalnya.

Beberapa waktu lalu, Masri kembali dipanggil warga untuk dimintai tolong menangkap buaya peliharaan Kepala Dinas Kesehatan Bintan yang kabur, hingga menyasar ke pemukiman warga.

Aksinya itupun disaksikan ratusan warga Sei Enam Darat, 15 menit berselang, buaya berukuran 4 meter dengan berat 300 kilogram lebih itu berhasil ditaklukan. Dan kini sang buaya berada di rumah Masri, dengan kandang baru yang dibuat tepat di halaman belakang rumah Masri.

Namun, kemahirannya dalam menjinakkan binatang buas tersebut tidak pernah diajarkan kepada anak-anaknya. Menurutnya zaman sekarang ini, alangkah baiknya jika generasinya itu berlajar dengan giat.

"Saya gak mau ngajarin ke anak, zaman yang udah maju ini, lebih baik mereka belajar aja dan sekolah yang tinggi," timpal Masri.

Editor: Yudha