Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

BPKN Apresiasi Pelaksanaan Haji 1447 H, Gagas Haji Ramah Konsumen
Oleh : Saibansah
Selasa | 09-06-2026 | 20:48 WIB
BPKN.jpg Honda-Batam
Ketua Komisi Advokasi BPKN RI Fitrah Bukhari. (Foto: Bloomberg Technoz/Farid)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1447 H mulai memasuki fase akhir. Hal ini ditandai dengan kepulangan Jemaah Haji ke tanah Air. Menanggapi hal tersebut Ketua Komisi Advokasi Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) RI, Fitrah Bukhari menyampaikan apresiasi dan memberi catatan perbaikan untuk tahun mendatang.

"Penyelenggaraan Haji tahun 1447 H dapat dikatakan lancar, terutama di fase-fase puncak menjelang dan saat Armuzna (Arafah-Muzdalifah-Mina). Hal ini dilihat dari minimnya aduan jemaah di fase tersebut. selain itu ketegasan dan kesolidan para petugas di lapangan saat pelaksanaan membuat Ibadah Jemaah terasa lebih terstruktur," tandas Fitrah.

Penerapan skema Murur di Muzdalifah membuat arus pergerakan jemaah relatif cepat. "Skema 'murur' di Muzdalifah menjadi kunci ketepatan waktu dan keselamatan jemaah. BPKN memandang praktik murur menjadi titik balik kelancaran pergerakan jemaah, walau perlu dijelaskan lagi kepada jemaah secara lebih terang tentang keafdhalan dan dalil murur di Muzdalifah," papar Fitrah.

Ketegasan Kemenhaj tentang penertiban oknum Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) menjadi catatan tersendiri. Blocking tenda di arafah, kegiatan city tour hingga pengutipan uang pembayaran dam di luar sistem, menjadi hal yang perlu dicegah terjadi di masa mendatang.

"Pembinaan kepada KBIH ke depan perlu ditingkatkan agar sejalan dengan kebijakan Kemenhaj untuk menciptakan haji yang berintegritas. Kami apresiasi ketegasan tentang penertiban oknum yang mengutip pembayaran dam secara ilegal, blocking tenda arafah. tetapi hal ini perlu diedukasi secara lebih mendalam di penyelenggaraan di masa yang akan datang," ucap Fitrah.

Jemaah haji dapat dikategorikan sebagai konsumen rentan, hal ini karena informasi dan pengalaman di lapangan sangat minim.

"Karenanya kami mengusulkan ke depan untuk memasukkan juga konsep haji ramah konsumen. Artinya jemaah perlu juga dibekali dasar-dasar sebagai konsumen untuk mencegah terjadinya penyelewengan. Selain itu stakeholder seperti KBIH dan PIHK dapat melayani jemaah seperti layaknya konsumen sektor lainnya," paparnya mengakhiri.

Haji Ramah Konsumen akan semakin menyempurnakan konsep haji ramah lansia, disabilitas yang digagas oleh Kemenhaj RI di tahun ini. Untuk itu, BPKN siap berperan lebih dalam mewujudkan haji ramah konsumen di masa yang akan datang.

Editor: Dardani