Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

SPMB Kepri 2026 Digelar Full Online, Ini Tahapan Lengkap dan Jadwal Resminya
Oleh : Aldy
Selasa | 09-06-2026 | 15:08 WIB
spmb-kepri-2026.jpg Honda-Batam
Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Andi Agung. (Foto: Aldy)

BATAMTODAY.COM, Batam - Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau memastikan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 akan berlangsung sepenuhnya secara daring. Kebijakan ini diterapkan untuk memperkuat transparansi, meningkatkan akuntabilitas, serta mencegah praktik titipan maupun intervensi dalam proses seleksi siswa.

Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Andi Agung, menegaskan seluruh tahapan penerimaan telah disusun secara terjadwal dan sistematis agar proses berjalan tertib, adil, dan dapat dipertanggungjawabkan. "Seluruh rangkaian dilaksanakan secara online untuk memastikan keterbukaan dan meminimalkan potensi pelanggaran aturan," ujar Andi di Batam Center, Selasa (9/6/2026).

Tahapan Lengkap SPMB Kepri 2026/2027

Disdik Kepri telah menetapkan jadwal resmi pelaksanaan SPMB sebagai berikut:

  • Pendaftaran: 11-14 Juni 2026
  • Verifikasi dokumen: 16-25 Juni 2026
  • Pengumuman hasil seleksi: 29 Juni 2026
  • Daftar ulang: 30 Juni-2 Juli 2026
  • Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS): 20-25 Juli 2026

Seluruh proses tersebut akan dilaksanakan secara digital, termasuk kemungkinan pembukaan gelombang kedua bagi calon peserta didik yang belum tertampung pada tahap pertama.

Andi menjelaskan, sistem berbasis domisili dan daya tampung sekolah yang telah diterapkan dalam dua tahun terakhir terbukti cukup efektif dalam pemerataan akses pendidikan. Meski demikian, ia mengakui tidak semua peserta dapat diterima di sekolah pilihan utama.

Namun, pemerintah memastikan seluruh lulusan SMP tetap memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan di jenjang berikutnya.

Pemerataan Akses dan Penambahan Daya Tampung

Disdik Kepri juga mengimbau orang tua agar tidak hanya berfokus pada sekolah tertentu yang dianggap favorit. Pemerintah daerah, kata Andi, terus mendorong pemerataan kualitas pendidikan melalui peningkatan sarana dan prasarana di seluruh satuan pendidikan.

Untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah lulusan SMP, Pemprov Kepri menambah kapasitas pendidikan di Batam, termasuk pengembangan SMA Negeri 26 Botania Garden melalui penambahan ruang kelas dan fasilitas pendukung.

Selain itu, dua sekolah baru resmi beroperasi pada tahun ini, yakni SMK Negeri 13 Bengkong dan SMK Negeri 14 Tanjung Uncang yang mulai menerima peserta didik baru.

Khusus SMK Negeri 13, kegiatan belajar sementara masih menumpang di SMA Negeri 8 Batam selama sekitar enam bulan sebelum menempati gedung baru yang ditargetkan rampung pada Januari 2026.

Kedua sekolah baru tersebut juga dilengkapi fasilitas praktik. SMK Negeri 13, misalnya, mendapatkan peralatan program keahlian pengelasan dengan nilai investasi sekitar Rp 3 miliar, sementara SMK Negeri 14 turut memperoleh fasilitas serupa untuk mendukung pembelajaran berbasis kompetensi.

Komposisi Jalur Penerimaan

Dalam SPMB 2025/2026, komposisi jalur penerimaan di tingkat SMA terdiri atas domisili 35 persen, prestasi 30 persen, afirmasi 30 persen, dan mutasi orang tua 5 persen. Sementara itu, untuk SMK, komposisinya adalah prestasi 75 persen, afirmasi 15 persen, dan domisili 10 persen.

Andi mengingatkan calon peserta didik dan orang tua untuk mempertimbangkan pemilihan jurusan secara matang, mengingat keterbatasan daya tampung serta tingginya persaingan pada sejumlah program keahlian.

Berdasarkan data Disdik Kepri 2025, sekitar 52 persen lulusan SMP memilih melanjutkan ke SMK, sedangkan 48 persen lainnya ke SMA.

Penataan Sekolah dan Rencana Pengembangan

Menyesuaikan tren tersebut, Pemprov Kepri juga melakukan penataan satuan pendidikan, termasuk mengonversi SMA Negeri 27 Batam menjadi SMK Negeri 12 Batam sehingga tidak lagi menerima peserta didik baru pada tahun ini.

Meski demikian, siswa kelas XI dan XII tetap melanjutkan pendidikan hingga lulus sebelum sekolah tersebut ditutup secara bertahap.

Ke depan, pemerintah daerah juga menyiapkan sejumlah lokasi baru untuk pembangunan sekolah di kawasan Batuaji dan Tiban. Langkah ini diharapkan dapat memperluas akses pendidikan sekaligus mengurangi kepadatan pendaftar di sekolah-sekolah favorit di Batam.

Editor: Gokli