Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Harga Tiket Naik 50 Persen Lebih

Komisi I DPRD Batam Minta Kenaikan Tarif Kapal Ferry Tujuan Batam-Singapura Ditunda
Oleh : Aldy Daeng
Sabtu | 14-05-2022 | 08:28 WIB
RDP-Ferry1.jpg Honda-Batam
Rapat Dengar Pendapat Komisi I DPRD Batam dengan sejumlah agen tiket kapal Ferry tujuan Batam-Singapura. (Aldy/BTD)

BATAMTODAY.COM, Batam - Komisi I DPRD Batam menggelar rapat dengar pendapat (RDP) terkait kenaikan harga tiket kapal Ferry Batam-Singapura yang mencapai 50 persen lebih.

Dalam RDP yang dihadiri sejumlah agen tiket Batam-Singapura tersebut, Welfizon selaku pengawas Pelabuhan Harbourbay yang juga sebagai agen tiket kapal Ferry Horizon mengatakan, pihaknya melakukan penyesuaian tarif tiket kapal untuk menutupi biaya operasional.

"Memang kenaikan tarif yang kita lakukan, tanpa koordinasi dengan Kementerian Perhubungan atau instansi terkait. Ini semata-mata untuk menutupi biaya operasional yang tinggi," terang Welfizon saat RDP di komisi I DPRD Batam, Jumat (13/5/2022).

Dijelaskannya, selama ini harga tiket pulang pergi sebesar Rp 500 ribu, setelah kenaikan harganya mencapai Rp 800 ribu untuk tiket kelas biasa. Menurutnya, hal yang memberatkan itu masalah bahan bakar, karena pengisian bahan bakar solar dilakukan di Singapura.

"Jiwa kami masih NKRI, saya sudah pernah mengusulkan ke Pertamina, bahkan saya pernah ikut rapat di Pertamina pusat, untuk pengisian bahan bakar di Indonesia, akan tetapi kualitas solar kita tidak pas dengan mesin kapal Horizon, minyak di Singapura lebih bening," jelasnya.

Sementara perwakilan dari kapal Ferry Majestik mengatakan, kenaikan ongkos bukan untuk menghambat pariwisata yang kembali digalakkan paska Pandemi Covid-19.

"Ada hal yang lebih mengganjal saat ini bagi wisatawan mancanegara yang akan berkunjung ke Batam, yaitu biaya antigen sebesar 30 Dollar Singapura, belum lagi asuransi yang harus mereka penuhi," terang perwakilan kapal Ferry Majestik.

Wakil Ketua III DPRD Batam, Ahmad Surya yang turut hadir dalam RDP mengatakan, saat ini masyarakat sedang menuju situasi normal. Dengan adanya kenaikan tarif seperti ini, akan menggangu usaha sebagian masyarakat yang bergelut di bidang perjalanan atau wisata.

"Kita ini baru mau menuju situasi normal, kalau bisa jangan ada hambatan sekecil apapun. Terkait Antigen yang menjadi beban bagi wisman yang akan datang ke Indonesia, hal merupakan kebijakan dari pemerintah pusat, akan tetapi tetap akan kita usulkan, agar pariwisata kita bisa lebih bangkit lagi," terang Ahmad Surya.

Sementara, Ketua Komisi I DPRD Batam Lik Khai yang memimpin RDP mengatakan, sudah banyak laporan masyarakat yang masuk ke komisi I terkait kenaikan tarif yang dilakukan agen secara sepihak.

"Kita ini negara hukum, termasuk kenaikan tarif ini harus ada acuannya, harus ada izin dari Kementerian Perhubungan atau instansi terkait. Tidak boleh semena-mena menaikkan," tegas Lik Khai.

Lik Khai juga mengatakakan bahwa kenaikan harga tiket kapal Ferry ini harus ditudna dan meminta kepada semua agen untuk kembali ke harga tiket normal sebelum ada kenaikan. Terkait pengisian bahan bakar di Singapura, itu dikarenakan kapal tersebut berbendera Singapura.

"Kalau kami tahu masih naik harganya. Tidak kembali ke harga sebelumnya, kami akan sidak," tandasnya.

Editor: Yudha