Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Hadirkan Sejumlah Profesor, FKIP UNRI dan UMRAH Gelar Dialog Akademik Pedagogi Maritim
Oleh : Redaksi
Rabu | 12-01-2022 | 20:04 WIB
para-prof.jpg Honda-Batam
Para Profesor Dialog Pedagogi Maritim, usai kegiatan. (Ist)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - FKIP UNRI dan UMRAH menyelenggarakan Dialog Akademik tentang Pedagogi Maritim bertempat di Gedung Rektorat Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang, Selasa (11/1/2022).

Dialog terbatas dalam rangka membingkai pemikiran akademik ke arah konstruksi Arsitektur Pendidikan Kemaritiman yang Berkelanjutan tersebut menghadirkan sejumlah Guru Besar dari Maritim Raja Ali Haji, Universitas Riau, Universitas Negeri Padang, dan Universitas Negeri Jakarta.

Prof Dr Firdaus, Guru Besar dari FKIP Universitas Riau selaku penggagas dan penyelaras kegiatan ini mengemukakan, perbincangan akademik tentang Pedagogi Maritim perlu diinisiasi dari perspektif Literasi Samudera.

Rektor UMRAH, Prof Dr Agung Dhamar Syakti, menandaskan, UMRAH memang harus responsif secara akademik dalam mengisi Dekade Ilmu Kesamuderaan untuk Pembangunan Berkelanjutan sebagaimana telah dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk kurun 2021-2030.

"Transformasi UMRAH menjadi Pusat Unggulan Riset dan Budaya Maritim dan Berdaya Saing Internasional pada tahun 2040 memang membutuhkan dukungan kolaboratif dan patnership dengan perguruan tinggi mitra, baik dalam maupun luar negeri," uangkap Prof Agung.

Prof Dr Mahdum Mohd Adanan dan Prof Dr Jimmi Copriady, selaku Dekan dan WD1 FKIP Universitas Riau, menggagas pengembangan kerja sama akademik melalui koridor Pendidikan, Riset dan Pengabdian kepada masyarakat kepada Dekan FKIP UMRAH Satria Agust. "Kerja sama dalam bidang Pendidikan dan Riset dapat segera diwujudkan melalui Program S3 Doktor Pendidikan FKIP Universitas Riau yang mulai menerima mahasiswa baru Tahun Akademik 2021/2022," tandas Prof Mahdum, yang juga Ketua Forum Komunikasi Pimpinan FKIP se-Indonesia dalam sambutan balasannya kepada Rektor UMRAH.

Sementara Prof Dr Hasanuddin, Guru Besar Sastra dari Universitas Negeri Padang dalam kesempatan itu secara singkat memaparkan pentingnya bagi UMRAH menggali Sastra Maritim sebagai bagian dari Literasi Samudera karena Provinsi Kepri sangat kaya dengan peninggalan sejarah kemaritiman. Mulai dari sejarah kebudayan China hingga Thailand.

"Proses pembelajaran berbasis Maritime Informatic yang selari dengan kemajuaan Revolusi Industri 4.0 amatlah mendesak dikemas bagi ekosistem Pendidikan Negeri Segantang Lada," ujarnya.

Pengembangan Pedagogi Maritim mendapat artikulasi khusus dari Assoc Prof Dr Abdul Malik, mantan Dekan FKIP UMRAH. Budayawan Kepri Terkemuka peraih Anugerah Jembia Emas ini, mengatakan, FKIP UMRAH sedang menyiapkan Program Magister Budaya Bahari.

Besarnya potensi Sumberdaya Maritim pendapat pendapat perhatian khusus dari Assoc Prof Dr Ir Deni Efizon, Akademisi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau.

Demikian juga Prof Dr Henry Eryanto, Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta yang juga Mantan Dekan Fakultas Ekonomi UMRAH 2014-2016 memandang Pendidikan Kemaritiman berbasis Pedagogi Maritim adalah krusial sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi ksejeahteraan masyarakat Kepri.

Di akhir dialog, Prof Firdaus L N menandaskan, melalui academic partnership, FKIP UNRI dan FKIP UMRAH bisa memainkan peran sebagai leading faculty dalam pengembangan Pedagogi Maritim. "Konten Pedagogi Maritim ini kelak bisa dikongsikan secara inter dan intra fakultas Sains Kemaritiman dalam merajut Kurikulum Pendidikan Kemaritiman Abad 21. Inovasi Pendidikan Kemaritiman ini belum banyak dilakukan," tegas Guru Besar asal Pulau Singkep, Jebolan S3 di Prancis itu.

Editor: Gokli