Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Program Padat Karya di Lingga, Cen Sui Lan Minta Prioritaskan Pekerja Lokal
Oleh : Putra Gema Pamungkas
Kamis | 21-10-2021 | 11:32 WIB
cen-sui-lingga1.jpg Honda-Batam
Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Golkar Dapil Kepri, Cen Sui Lan bersama pekerja lokal program padat karya Kabupaten Lingga. (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Batam - Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Golkar Dapil Kepri, Cen Sui Lan menegaskan agar perusahaan pelaksana program padat karya prioritaskan pekerja lokal di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau.

Permintaan tersebut disampaikan Cen Sui Lan setelah melakukan peninjauan kegiatan program padat karya pada Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Kepulauan Riau Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR yang berlokasi di jalan nasional Jagoh menuju Rote, Dabo Singkep.

Dalam peninjauan program padat karya itu, Cen Sui Lan didampingi Faizal Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kepulauan Riau Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR.

"Kegiatan program padat karya di Kabupaten Lingga ini harus menggunakan pekerja dari Kabupaten Lingga sendiri," kata Cen Sui Lan, Kamis (21/10/2021).

Cen Sui Lan menjelaskan, tujuan dari kegiatan program padat karya ini adalah untuk memberikan pekerjaan kepada para pekerja lokal, sehingga fungsi stimulan untuk masyarakat setempat tercapai.

"Karena program padat karya ini berasal dari aspirasi saya sebagai Anggota Komisi V DPR RI. Termasuk program rutin lainnya, yang merupakan saya," ujarnya.

Kegiatan padat karya pada BPJN Kepulauan Riau Ditjen Bina Marga, di Kabupaten Lingga ini dialokasikan dana sebesar Rp 8,3 miliar pada tahun anggaran 2021 ini.

Dana Rp 8,3 miliar itu untuk kegiatan preservasi jalan, perbaikan drainase, pembuatan batu miring. Sedangkan untuk kegiatan program pemeliharaan rutin jalan nasional di Kabupaten Lingga pada tahun anggaran 2021 dianggarkan Rp 26,7 miliar.

Secara keseluruhan, pada tahun anggaran 2021, dana APBN lewat BPJN Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR dialokasikan untuk Kabupaten Lingga sebesar Rp 35 miliar.

"Dana sebesar itu, harus dapat membantu masyarakat Lingga yang terdampak Covid-19. Justru itu, kita minta kepada pelaksana kegiatan, agar memprioritaskan pekerja lokal, dari Kabupaten Lingga," tegasnya mengakhiri.

Editor: Yudha