Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Pemilik Minimarket 'Bersahabat', Pembangunan Tanggul Air di Putri 7 Batuaji Akhirnya Disepakati
Oleh : Irwan Hirzal
Senin | 27-09-2021 | 09:40 WIB
pembangunan-tanggul-air1.jpg Honda-Batam
Pembangunan tanggul air di Putri 7 Batuaji sempat mendapat penolakan pemilik Minimarket 'Bersahabat' milik Hutasoit. (Irwan/BTD)

BATAMTODAY.COM, Batam - Hutasoit, pemilik minimarket Hemat Bersahabat yang terdampak pembangunan tanggul air di depan tempat usahanya tersebut akhirnya sepakat dengan warga Perumahan Putri 7, Kelurahan Kebing Kecamatan Batu Aji.

Meski sempat tak menemui titik temu dalam mediasi, dengan kesabaran, Kapolsek Batu Aji Kompol Daniel Ganjar, bersama warga mendatangi lokasi pembangunan tanggul air.

Hutasoit akhirnya merelakan di depan tempat usahanya sekaligus tempat tinggal di bangun tanggul air, guna penanggulangan banjir yang kerap menimpa warga Putri 7. Sebagai gantinya perangkat RT/RW perumahan Putri 7 harus membuka portal sebagai akses keluar masuk warga MKGR, yang sebelumnya ditutup.

"Kami mencoba mencari solusi yang terbaik untuk semua warga, demi kepentingan bersama. Portal yang berada di sebelah usaha Hutasoit harus dibuka terlebih dahulu, sebelum melakukan pembangunan pembuatan tanggul air," kata Kapolsek Batu Aji, Kompol Daniel Ganjar usai memimpin mediasi antara warga Perumahan MKGR dan Perumahan Putri 7.

Dengan dibukanya portal, warga MKGR bisa melintas sebagai akses jalan keluar masuk perumahan. Namun, Ganjar meminta akses buka tutup portal harus ada kesepakatan antara warga Perumahan Putri 7 dan warga MKGR.

"Portal sangat dibutuhkan dalam menjaga situasi Kamtibmas. Tapi peruntukannya tidak mempersulit warga. Portal wajib dibuka dalam keadaan darurat (emergency). Kami minta seluruh tokoh masyarakat dapat menciptakan situasi aman dan kondisif," himbau Ganjar.

Korri Situmorang, Ketua RW05 Perumahan Putri 7 berterima kasih atas peran cepat aparat Kepolisian sektor Batu Aji dan TNI dalam menyelesaikan permasalahan yang ada di pemukimannya.

"Pembangunan tanggul air hanya bersifat sementara. Kami tidak mempersulit akses keluar masuk warga MKGR," tegasnya.

Editor: Yudha