Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Rumah Wagra di Galang Dipenuhi Koloni Lalat, Uba Ingan: Pemko dan BP Batam Harus Bertindak
Oleh : Putra Gema
Rabu | 02-06-2021 | 17:13 WIB
lalat-ayam-galang.jpg Honda-Batam
Warga Kampung Kuala Buluh dan Tanjung Banun menunjukkan lalat yang diduga kuat berasal dari ternak ayam tak jauh dari pemukiman mereka. (Ist)

BATAMTODAY.COM, Batam - Anggota DPRD Kepri, Uba Ingan Sigalingging mengatakan Pemerintah Kota dan BP Batam harus mengambil langkah cepat terkait persoalan koloni lalat di daerah Sembulang, Kecamatan Galang.

Pasalnya, kata Uba, keberadaan koloni lalat itu sangat mengganggu aktivitas warga maupun kesehatan mereka di sana. Sementara, perusahaan ternak ayam yang diduga menjadi peyebab munculnya koloni lalat itu tak juga bisa memberikan solusi kepada warga yang terkena dampak.

"Pemko dan BP Batam harus mengambil langkah cepat, jangan sampai warga yang terkena dampak koloni lalat itu pada jatuh sakit," tegas Uba, Rabu (2/6/2021).

Uba menyampaikan, permasalahan ini diketahuinya ketika melakukan kunjungan ke Kampung Tanjung Banun. Dalam kunjungan itu, Uba mendapati koloni lalat yang sangat mengganggu aktivitas masyarakat setempat.

"Saat itu saya mengunjungi kawasan Tanjung Banun, saya kaget banyak sekali kerumunan lalat, lalat itu sudah jadi koloni," kata dia.

Pemerintah Kota Batam dan BP Batam, kata Uba, harus cermat dalam memberikan izin investasi agar tidak merugikan masyarakat. "Jangan dibiarkan, karena ini menyangkut keselamatan warga dan harus diutamakan. Sekali lagi, pemerintah jangan diam soal ini," tegasnya.

Di waktu yang bersamaan, Ketua RW 05 Kelurahan Sembulang, Galang, Romi Susandi mengungkapkan, permasalahan diserbunya pemukiman warga oleh koloni lalat ini telah berlangsung selama lebih dari dua bulan terakhir.

Dijelaskannya, penyerbuan koloni lalat ini berawal dari adanya dua perusahaan peternak ayam yang berdiri tidak jauh dari pemukiman warga. "Lokasi PT Sabas dan PT Popan hanya berjarak kurang lebih 1 km dari pemukiman warga. Lalat ini datang ke pemukiman warga karena mereka (PT Sabas dan PT Popan) sedang panen dan melakukan penyemprotan agar tidak ada lalat di lokasi mereka. Tetapi koloni lalat itu malah ke pemukiman warga," kata Romi.

Lanjut Romi, akibat hadirnya koloni lalat di seluruh pemukiman warga mengakibatkan terganggunya aktifitas dan waktu istirahat. "Kami saja sekarang tidur pakai kelambu, lalat masuk ke rumah dan bahkan satu dapur penuh lalat," tegasnya.

Tidak berhenti di situ, bahkan permasalahan ini juga berdampak kepada kesehatan seluruh warganya. Hal ini melihat dari sudah adanya korban balita yang terkena penyakit diare.

Permasalahan ini juga telah sampai hingga pihak Kelurahan Sembulang dan Kecamatan Galang, akan tetapi dalam beberapa kali pertemuan, pihaknya tidak mendapatkan titik terang dari pihak perusahaan. "Pihak perusahaan hanya mau menyediakan alat semprot dan bahan saja, untuk tukang semprotnya tidak ada. Bahkan itu juga belum jelas titik terangnya," ungkapnya.

Diharapkannya, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi dan Gubernur Kepri, Ansar Ahmad dapat memberikan teguran kepada pihak peternak ayam di Galang karena telah memberikan dampak buruk untuk masyarakat.

"Kita berharap kepada Walikota dan Gubernur agar menegur perusahaan agar memperhatikan dampak lingkungan yang ditimbulkan," tutupnya.

Editor: Gokli