Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Satgas Covid-19 Sebut 7 Persen Warga Kepri Sudah Divaksin Covid-19
Oleh : Redaksi
Senin | 19-04-2021 | 19:11 WIB
pelayan-publik.jpg Honda-Batam
Vaksinasi Covid-19 pelayan publik di Kepri. (Diskominfo Kepri)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepulauan Riau mencatat sebagai 7 persen dari 1.476.091 orang sudah disuntik vaksin Sinovac dan AstaZeneca untuk mencegah penularan Covid-19.

"Sasaran vaksinasi di Kepri mencapai sekitar 1,4 juta orang. Sampai saat ini sudah 7 persen yang disuntik vaksin," kata Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kepri Tengku Said Arif Fadillah, di Tanjungpinang, Jumat (16/04/2021) seperti dikutip laman Diskominfo Kepri.

Arif, yang juga Sekda Kepri menjelaskan warga yang sudah disuntik vaksin terdiri dari tiga kelompok yakni SDM kesehatan, orang lanjut usia (Lansia) dan petugas pelayanan publik.

Jumlah SDM kesehatan di Kepri yang sudah disuntik vaksin dosis pertama mencapai 17.575 orang atau 91,3 persen, sedangkan yang sudah mendapatkan vaksin dosis kedua sebanyak 16.548 orang atau 85,9 persen.

"Jumlah SDM kesehatan di Kepri yang divaksin sebanyak 19.257 orang," ujarnya.

Ia menuturkan jumlah Lansia yang berhak divaksinasi 118.851 orang. Lansia yang sudah divaksin dosis pertama sebanyak 12.833 orang atau 10,8 persen, sedangkan yang sudah divaksin dosis kedua baru 3.231 orang atau 2,7 persen.

Sementara jumlah petugas pelayan publik yang berhak divaksinasi mencapai 166.201 orang. Petugas pelayanan publik yang sudah disuntik vaksin dosis pertama mencapai 72.466 orang atau 43,6 persen, sedangkan yang sudah divaksin dosis kedua 16.903 atau 10,2 persen.

"Total jumlah tenaga medis, lansia dan tenaga pelayanan publik yang divaksinasi mencapai 304.309 orang, namun yang sudah mendapat vaksinasi dosis pertama 102.874 orang dan dosis kedua 36.682 orang," ucapnya.

Program vaksinasi untuk masyarakat umum di wilayah itu mulai dilaksanakan pada Juli 2021. "Program vaksinasi ini dilaksanakan secara bertahap. Untuk masyarakat dilaksanakan setelah tenaga kesehatan, petugas publik dan orang lanjut usia disuntik vaksin," ujarnya.

Editor: Gokli