Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Judi Dadu Marak di Sagulung, Warga Semakin Resah
Oleh : Gokli/Dodo
Selasa | 12-06-2012 | 15:54 WIB

BATAM, batamtoday - Praktek perjudian semakin marak di daerah Sagulung, seperti yang terjadi di lokasi lapangan kosong simpang Tembesi Seken dan lokasi pasar malam depan Puskopkar. Praktek perjudian ini membuat warga sekitar semakin resah, khususnya kaum ibu yang khawatir akan suami dan anak-anak terjerumus dalam perjudian tersebut. 

Adalah seorang warga Tembesi Seken, Mastaruli mengatakan praktek perjudian dadu yang terjadi di lokasi tersebut beroperasi di malam hari. Para pemain maupun bandar judi tersebut tak segan-segan memperbolehkan remaja untuk mengikuti judi tersebut. Hal ini membuat warga sekitar resah karena tak jarang anak-anak yang masih duduk di bangku SMA ikut terjerumus. 

"Kami khawatir akan masa depan anak-anak kami, masih duduk di bangku sekolah tapi sudah terjerumus keperjudian. Kalau saja masih ada yang mau memperhatikan hal ini, tolanglah segera diberantas," ungkap Mastaruli saat ditemui di Tembesi Seken, Selasa (12/6/2012) sore.

Menurutnya, judi dadu tersebut pada malam-malam biasa dimulai sekitar pukul 21.00 WIB sampai dengan pukul 24.00 WIB. Tapi, khusus malam Minggu, judi dadu tersebut terkadang sampai pukul 04.00 WIB. Selain warga sekitar, para pengunjung yang datang ke lokasi perjudian kebanyakan dari daerah Tanjunguncang juga Dapur 12. 

"Pokoknya kalau sudah mulai dadu itu, pasti parkir sepeda motor ramai, mungkin itu orang galangan dan warga di sini yang main," sebutnya. 

Di tempat terpisah, warga yang tinggal di sekitar pasar malam juga mengatakan hal yang sama. Selain hiburan pasar malam, lokasi tersebut juga ditumpangi para pemain judi dadu. Para pengunjung yang awalnya tak ada niat, begitu melihat judi dadu tersebut langsung tergiur untuk ikut bermain dadu. 

Hal ini, kata Lilis warga sekitar, yang sering menjadikan keributan rumah tangga. Dimana, suami yang hanya pekerja galangan kapal ikut-ikutan untuk bermain judi. Selain para suami, banyak juga anak-anak sekolah yang terjerumus dalam perjudian tersebut. 

"Tak tahu lagi harus gimana. Kita larang suami jadi bertengkar, kita larang bandar judi tak mungkin. Hah... pusing kepala mikirnya," tutur wanita yang memakai jilbab hitam tersebut di lokasi pasar malam. 

Berdasarkan informasi dari keluhan warga, judi dadu yang beroperasi di malam hari ini sangat susah untuk dihentikan. Menurut beberapa warga, pihak terkait yang dapat mengamankan lokasi tersebut terkesan tutup mata. Entah apa yang membuat sehingga dalam empat bulan terakhir ini praktek judi dadu masih tetap beroperasi. 

"Tolonglah pak diberitakan dulu, siapa tahu masih ada pihak yang membuka mata untuk menertipkan judi dadu ini. Saya selaku warga sangat tak setuju kalau perbuatan maksiat itu dipelihara tak ada penertiban," pinta Lilis.

Beberapa tokoh masyarakat saat dimintai tanggapan oleh batamtoday terkait judi dadu tersebut hampir semua menolak. Beberapa orang menyebutkan tak mau urusin masalah itu, takut terkena masalah.