Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Penyimpan Data Cadangan BP Batam Bisa Dipakai Industri
Oleh : Ocep
Kamis | 07-06-2012 | 18:21 WIB

BATAM, batamtoday - Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) ingin mengoptimalkan pemanfaatan data center BP Batam sebagai pusat pemulihan data cadangan (Disaster Recovery Center/DRC) bagi instansi pemerintah dan korporasi swasta.

Donald Panjaitan, Kepala Pusat Pengelolaan data dan Sistem Informasi BP Batam, mengatakan saat ini penggunaan pusat pemulihan data cadangan di pusat data BP Batam baru mencapai 70%.

"Kami ingin memperkenalkan bahwa data center BP Batam bisa dimanfaatkan untuk DRC untuk perusahaan baik yang di Indonesia maupun luar negeri, dan instansi pemerintah," ujarnya usai Workshop Teknologi Cloud Computing dan Pemanfaatan Data Center sebagai Data Recovery Center di IT Center BP Batam, Kamis (7/6/2012).

Menurutnya, dengan spesifikasi yang dimiliki pusat data BP Batam sekarang, maka pusat data itu mampu untuk melayani kebutuhan industri maupun perusahaan akan perkembangan layanan informasi, sekaligus menopang kebutuhan infrastruktur teknologi bagi investasi asing.

Apalagi saat ini, pusat data BP Batam juga bersaing dengan pusat data di Singapura sehingga Donald mengharapkan pusat data BP Batam bisa lebih diperkenalkan.

Untuk saat ini, sebut dia, pusat data BP Batam sudah melayani kebutuhan DRC milik Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk DRC e-Procurement, DRC SIM TKI dan DRC Aplikasi e-Government.

Selain itu DRC untuk e-KTP milik Kementerian dalam negeri.

"Untuk back-up data e-KTP kami khususkan di satu ruangan, di Nusantara room dengan 24 rak," kata dia.

Sejak pusat data BP Batam resmi beroperasi pada 2011, kini pusat data itu sudah melayani penyimpanan data dan penyimpanan data cadangan untuk 10 instansi pemerintah.

Selain Kementerian Kominfo dan Kemdag, sisanya adalah Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kemenhub, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), Kementerian ESDM, Arsip Nasional Republik Indonesia dan yang terakhir adalah IPTEKnet BPPT.

"IPTEknet BPPT juga telah menempatkan server aplikasi komputasi awan mereka di kami," kata dia.

Pusat Data BP Batam memiliki luas 1220 m2 dengan 8 ruangan server dan 143 rak. Adapun pelayanan yang disediakan meliputi pusat data dan penyimpanan data cadangan, IT training dan IT solution.

Pada 2014 pun rencananya pusat data ini akan bisa dimanfaatkan untuk pusat data komputasi awan.