Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Lokasi Labuh Kapal di Perairan Galang Dinilai Masih Aman
Oleh : Ocep/Dodo
Kamis | 07-06-2012 | 13:25 WIB

BATAM, batamtoday - Pasca-insiden kapal tongkang APC Aussie 1 menabrak Jembatan 6 Barelang, titik labuh di Perairan Galang Baru untuk kapal-kapal lay-up tetap tidak akan dipindahkan karena dinilai masih aman. 

Dwi Djoko Wiwoho, Direktur PTSP dan Humas BP Batam mengatakan BP Batam tidak akan mengevaluasi untuk memindahkan koordinat titik labuh Perairan Galang Baru. 

Namun pasca insiden itu BP Batam akan memonitor pergerakan kapal-kapal yang masih melakukan lay up di kawasan itu. 

"Tidak akan dipindahkan koordinatnya, titik labuh di Perairan Galang Baru masih aman," jelasnya, Kamis (7/6/2012).

Seperti yang diketahui, Rabu dini hari kapal APC Aussie 1 terbawa arus gelombang dan angin kencang keluar dari titik labuh Perairan Galang Baru saat sedang melakukan lay up di sana bersama 12 kapal lainnya. Alhasil kapal APC Aussie 1 yang berfungsi sebagao penyuplai kebutuhan offshore terbawa arus hingga menabrak Jembatan 6 Barelang yang berada 1,33 mil dari titik labuh.

Dwi Djoko menjelaskan BMKG sudah menyampaikan kondisi cuaca pada dini hari itu termasuk ekstrim.

"Tepat setengah 3 BMKG sudah menelpon, ada awan cummulonimbus, hujan disertai badai di kawasan itu," kata dia. 

Menurut Djoko, pergerakan kapal-kapal yang melakukan lay up di kawasan itu diawasi melalui GPS oleh Syahbandar. Jika ada kapal yang bergerak keluar dari perairan akan dikembalikan ke tempat semula.

Ia menyebutkan untuk di kawasan Barelang, ada dua titik labuh sebelah timur dan barat Perairan Galang Baru. 

"Di lokasi itu ada dua, satu sebelah barat satu sebelah timur. Insiden kemarin di sebelah barat," kata dia.

Direktur Perencanaan dan Pembangunan BP Batam Istono mengatakan penetapan Perairan Galang Baru sebagai jasa labuh sudah berlangsung selama tiga tahun. Selama kurun waktu itu pun tidak pernah ada insiden kapal keluar dari titik labuh.

BP Batam, sambung dia, akan berkoordinasi untuk memberitahukan agen kapal, pemilik kapal dan Syahbandar untuk melakukan pengecekan kapal-kapal lain yang sedang lay up di Perairan Galang Baru. 

"Sudah berlangsung 3 tahun. Nyatanya selama ini tidak terjadi apa-apa," kata dia.