Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Tongkang Australia Sudah 8 Bulan Lego Jangkar

Kerugian dan Jenis Kerusakan Jembatan Belum Diketahui
Oleh : Gokli/Dodo
Rabu | 06-06-2012 | 13:45 WIB

BATAM, batamtoday - APC Aussie 1, tongkang berbendera Australia menabrak Jembatan VI Barelang hingga nyaris rubuh pada Rabu (6/6/2012) subuh tadi, diketahui telah delapan bulan lamanya lego jangkar di perairan Galang Baru. 

Tongkang sepanjang 110 meter dengan lebar 33,55 meter itu parkir di perairan Galang Baru menggunakan satu jangkar berjarak sekitar 15 mil dari bibir pantai. Namun, pengarus angin kencang tali jangkar akhirnya terputus dan terseret hingga menabrak jembatan tepat di bagian tengah.

Pihak yang mengatur keberadaan tongkang ini di perairan Batam yaitu PT Batam Samudara melalaui manajer servis, Andre Moniaga mengatakan lamanya  tongkang tersebut melakukan lego jangkar dikarenakan menunggu job. 

Selama ini, kata Andre pihaknya terus melakukan pengawasan terhadap tongkang melalui radar. Dimana pihak yang menangani tongkang untuk lego jangkar di perairan Galang Baru yaitu PT Bias Delta. 

"Sekitar pukul 02.00 WIB, tongkang tersebut hilang dari radar pengawas, dan sekitar pukul 03.00 WIB kami mendapat laporan sudah berada di Jembatan VI Barelang," jelas Andre di lokasi kejadian.

Terkait kerusakan jembatan yang diakibatkan tongkang tersebut, kata Andre menyatakan pihaknya bertanggung jawab dan akan melakukan koordinasi dengan pihak BP Kawasan.

Sementara dari pihak BP Kawasan melalui Direktur Perencanaan dan Pembangunan, Ir Istono mengatakan kerusakan jembatan baru bisa diketahui setelah tongkang tersebut dievakuasi. Saat ini, dari pantauan yang mereka lakukan kerusakan yang terjadi pada jembatan sepanjang 25 meter tepatnya di bagian tengah. 

"Sementara hanya pantauan dari bagian atas, untuk lebih akuratnya tongkang harus dievakuasi dulu baru bisa kita periksa," jelasnya. 

Menurutnya, Jembatan VI Barelang tersebut sejak diresmikan pada 15 November 1996 lampau, dirancang untuk jangka waktu 50 tahun ke depan. Beban yang maksimal yang mampu ditahan oleh jembatan sekitar 20 ton. dengan struktur pembangunan jembatan tipe box gilder yang dirancang menggunakan lempeng teflon untuk menjaga pemuaian dan karat.

"Pantauan dari atas terjadi pergeseran teflon, dan yang paling parah merupakan di ruas sebelah kanan dari arah Jembatan V Barelang," paparnya.

Sampai dengan saat ini, kerugian maupun kerusakan yang ditimbulkan akibat insiden tongkang belum bisa dipastikan. Kemungkinan dalam jangka waktu lima hari kedepan, sudah bisa dipastikan masalah kerusakan dan jangka waktu perbaikan.

"Kerugian belum bisa kita ketahui, dan jangka waktu perbaikan juga belum bisa dipastikan," tegasnya.

Untuk menghindari adanya korban, pihak kepolisian memasang garis polis line, karena kondisi jalan yang ambruk tersebut. Sementara warga yang dapat melalui jalan tersebut hanya bisa menggunakan sepeda motor dengan jumlah terbatas.